<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728</id><updated>2011-11-27T16:19:13.345-08:00</updated><category term='Cerita Bebas'/><category term='Opini Bebas'/><category term='Puisi Bebas'/><category term='Uneg - Uneg'/><category term='Inspirasi'/><title type='text'>Sari</title><subtitle type='html'>Aku berpikir maka aku ada itu kata Descrates, entah apa yang tengah dipikir,terpikir atau yang akan dipikir, but it's so up to us to give the discription of thinking.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://warungsari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-8226591814242986686</id><published>2008-06-12T01:25:00.000-07:00</published><updated>2008-06-12T01:26:42.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini Bebas'/><title type='text'>Enggak Rumit</title><content type='html'>Saya meyakini bahwa kebahagiaan tidak selalu muncul disaat semua hal yang kita ingini terpenuhi. Ia bisa muncul ditengah kekurangan, ketidakmampuan bahkan ketidakberdayaan  memenuhi si keinginan itu sendiri. Bingung ?? enggak juga.. Mengapa saya tidak bingung mungkin berhubungan dengan cara berpikir saya yang teramat sederhana. Apa yang saya katakan itulah yang saya rasakan. Dan mungkin ini hanya karena saya sering mengalami hal- hal dimana keinginan – keinginan saya banyak yang tak terpenuhi saya jadi kebal alias imum .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stress kata orang – orang pintar salah satunya dipicu oleh rasa kecewa. Kecewa apa yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan., apa yang diidam – idamkan tak sesuai dengan yang dihadapan. Pastinya sebagai manusia biasa jelas saya juga pernah stress. Bokap meninggal, gagal saat ujian, pengen sekolah lagi gak bisa, gak lulus wawancara, gak punya duit, sampe naksir yang enggak kesampaian.. Tapi yaitu tadi karena saya otaknya gak mampu dan gak mau berpikir rumit jadilah saya orang yang  cuma bisa nrimo, paling bengong sebentar cuma buat ngadem – ngademin ati dari simahluk yang bernama kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata seorang teman sikap saya yang kayak begitu adalah sikap seorang yang diragukan tingkat empatinya dan cenderung cuek apatis dan tidak optimis. Waduh! Julukan atau istilah istilah itu membingungkan saya. Karena membingungkan ya sudah saya putuskan untuk mengacuhkan saja, buang waktu rasanya memikirkan sesuatu diluar kemampuan. Hanya saya jadi heran kenapa teman yang berkomentar itu kok jadi sering curhat dan banyak mengeluh ya??.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-8226591814242986686?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/8226591814242986686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/8226591814242986686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2008/06/enggak-rumit.html' title='Enggak Rumit'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-3225379136446753117</id><published>2008-06-10T18:47:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T18:51:23.524-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini Bebas'/><title type='text'>Logika Jungkir Balik</title><content type='html'>" Kalangan pengusaha merasa khawatir dengan langkah yang suh dilakukan Dirjen bea dan Cukai Anwar Suprijadi dan KPK dalam melakukan inspeksi mendadak di kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok pada tanggal 30 Mei lalu. Alasan pengusaha khawatir petugas Bea dan Cukai akan menjadi terlalu hati2 karena takut dituduh menerima suap" ( Harian Kompas Sabtu 7 Juni 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mikir bagaimana tanggapan dan kekhawatiran para pengusaha ini kok rasanya aneh ya?, seperti gak masuk diakal dan terlalu mengaada - ada.Kok yang takut malah jadi dua pihak, pengusaha takut para petugas juga takut. Ketakutan seperti ini menurut saya malah menimbulkan kecurigaan jangan - jangan budaya suap menyuap disatu sisi juga menguntungkan buat para pengusaha yang maunya jaln pintas, biar urusan cepat selesai jalan by pass kalau perlu dilakukan dengan cara suap biar urusan cepat selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para pengusaha itu kumpulan orang - orang yang berpikiran pragmatis? saya pikir pragmatis yang mana dulu kalau pragmatisnya hanya untuk menghalalkan segala cara tentu tidaklah etis dan tdk dibenarkan. Kekreatifan tentu bukan kreatif yang berujung ekonomi biaya tinggi, biaya siluman yang akhirnya diajust dengan biaya produksi tentu ujung - uungnya konsumen juga yang kena getahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pengusaha yang takut kalau2 para petugas bea dan cukai dituduh menerima suap malah lebih lucu lagi. Masak yang takut pihak lain para pengusaha lagi?, lha kan seharusnya yang takut itu ya para petrugas bea dan cukainya, ngapain juga harus takut kalau memang sudah mengikuti jalannya standar prosedure perpajakan dsb.&lt;br /&gt; Menurut saya jangan - jangan banyak pihak yang merasa dirugikan kalau kebobrokan yang selama ini terjadi di tubuh institusi pemerintah semisal bea dan cukai itu dibenahi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-3225379136446753117?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://multiplay.com' title='Logika Jungkir Balik'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/3225379136446753117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/3225379136446753117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2008/06/logika-jungkir-balik.html' title='Logika Jungkir Balik'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-3319265231255090436</id><published>2008-04-16T20:28:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T19:44:19.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bebas'/><title type='text'>The Soul Of Pictures</title><content type='html'>Lukisan, satu kata yang bisa mengandung banyak makna. Kita boleh saja mendefinisikannya suka – suka. Saat mata menangkap gambar maka rasa keindahan bisa berbeda, namun kejernihan mata hati dalah juri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak lukisan dihasilkan namun tak berbanding lurus dengan pencitraan. Lukisan mahakarya adalah peneteraan spirit jagat raya. Cerminan keabadian dari kecantikan ibu bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sang maestro dengan mahakaryanya, besar dan agung. Orisinalitas beresensi kemisteriusan roh dan spirit yang sulit terdefinisikan. Pancaran kekuatan dari universalitas alam kosmis tak terkukung oleh kerangka pigura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Sang Maestro dengan Mahakarya. Warna bisa memudar tak lagi cemerlang, namun semangat dan kecemerlangan yang kasat mata akan terus tinggal, tak termakan tuanya dunia dan usia. Itulah hakiki kehidupan yang dipahami dan direfleksi sang maestro, penggores kanvas dan pencitra dari yang dicitrakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-3319265231255090436?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/3319265231255090436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/3319265231255090436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2008/04/soul-of-pictures.html' title='The Soul Of Pictures'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-8835645549114661637</id><published>2008-03-25T18:47:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T18:47:58.309-07:00</updated><title type='text'>Silaturahmi Untuk Manfaat dan Kebaikan</title><content type='html'>&lt;a href="http://samarasa-samarata.blogspot.com/2007/09/sambutan-dss-perdana-oleh-presiden.html#links"&gt;samaRASA samaRATA: Sambutan DSS Perdana oleh Presiden KopSah IS&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-8835645549114661637?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://samarasa-samarata.blogspot.com/2007/09/sambutan-dss-perdana-oleh-presiden.html#links' title='Silaturahmi Untuk Manfaat dan Kebaikan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/8835645549114661637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/8835645549114661637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2008/03/silaturahmi-untuk-manfaat-dan-kebaikan.html' title='Silaturahmi Untuk Manfaat dan Kebaikan'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-3064925087220970636</id><published>2008-02-14T20:31:00.000-08:00</published><updated>2008-03-10T19:41:33.978-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bebas'/><title type='text'>Keindahan yang relatif I</title><content type='html'>Banyak ragam corak lukisan.&lt;br /&gt;Keindahannya adalah kerelatifan.&lt;br /&gt;Berbeda dengan kebenaran yang berakar dari rujukan.&lt;br /&gt;Rujukan keabadian Qalam Ilahi.&lt;br /&gt;Keindahan lukisan, indah disini belum tentu disana.&lt;br /&gt;Keindahannya adalah perpaduan warna dengan sejuta gradasi dan coretan kuas diri.&lt;br /&gt;Ada watak, kondisi dan suasana hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan, disatu sisi adalah keindahan yang telanjang.&lt;br /&gt;Sisi lainnya tak jarang adalah labirin dan jaring misteri.&lt;br /&gt;Kemisteriusan yang dalam tak berdimensi dan tak berkategori.&lt;br /&gt;Absurd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah pelukis – pelukis itu.&lt;br /&gt;Motivasi, niat, kadar keimanan dan watak kita adalah warna perpaduannya.&lt;br /&gt;Tangan hanyalah alat. Kanvas adalah wahana. Hasil akhir adalah cermin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kanvas akan kebenaran mampu mengalahkan keindahan ?.&lt;br /&gt;Keindahankah yang mengalahkan kebenaran ?.&lt;br /&gt;Atau keduanya membentuk harmonisasi ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan ber-rujuk kebenaranlah yang memiliki keindahan hakiki.&lt;br /&gt;Misteri transenden yang tersembunyi.&lt;br /&gt;Keindahan surgawi yang merasuk dihati.&lt;br /&gt;Mendamaikan.&lt;br /&gt;Menenangkan dan menyelamatkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-3064925087220970636?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warungsari.blogspot.com/feeds/3064925087220970636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6544762464486834728&amp;postID=3064925087220970636&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/3064925087220970636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/3064925087220970636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2008/02/banyak-ragam-corak-lukisan.html' title='Keindahan yang relatif I'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-5140534436496300041</id><published>2008-02-12T17:47:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T17:57:30.264-08:00</updated><title type='text'>Korban HAM Tak Ingin Maafkan</title><content type='html'>Korban HAM Tak Ingin Maafkan&lt;br /&gt;Published by Anonymous on 14/Jan/2008&lt;br /&gt;Memaafkan itu urusasn nanti, setelah pemerintah melaksanakan proses hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 12 Jan 2008,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban HAM Tak Ingin Maafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Sejumlah keluarga korban pelanggaran HAM (hak asasi manusia) pada era kekuasaan Soeharto kemarin menyempatkan diri ke RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina). Mereka berdoa supaya mantan presiden itu kembali sehat serta meminta agar kesalahannya sebagai pelaku kekerasan HAM tetap diusut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah dan politisi harus memandang keberadaan kami sebagai korban pelanggaran HAM yang dilakukan Soeharto," tegas Bejo Untung, salah seorang korban pelanggaran HAM peristiwa 1965, di lobi RSPP kemarin. Bejo bersama sekitar 30 anggota keluarga korban pelanggaran HAM dari peristiwa Tanjung Priok, Talangsari, penculikan 1997/1998, dan Trisakti 1998. Tampak pula bersama mereka Suciwati, istri aktivis HAM almarhum Munir, dan Koordinator Kontras Usman Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Atas nama kemanusiaan, kami ke sini adalah ingin mendoakan Soeharto supaya segera sembuh," sambung Suciwati yang mengajak anaknya, Alif, ikut serta kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suciwati, segala dalih untuk memaafkan Soeharto karena sakit yang dideritanya saat ini bukanlah bentuk kemanusiaan. Jika dihadapkan pada nasib yang diderita para korban Soeharto di masa lalu, upaya tersebut sama saja dengan menghapus segala upaya yang dilakukan anggota keluarga korban pelanggaran HAM. "Kemanusiaan yang hakiki adalah kebenaran dan keadilan. Karena itu, kebenaran dan keadilanlah yang tetap harus ditegakkan di dunia ini, bukan menutupinya, " tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bejo yang memimpin kunjungan itu menceritakan, dirinya menderita akibat perampasan HAM sejak semasa muda. Saat itu, kata pria yang kini berusia 60 tahun tersebut, tanpa alasan yang jelas, dirinya yang bergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia dijebloskan ke penjara selama sembilan tahun. "Saya dipenjara selama sembilan tahun tanpa alasan yang jelas dan juga tanpa pengadilan yang memutuskan apa pun," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Bejo yang juga menjabat ketua Yayasan Penelusuran Pembunuhan 65 tersebut menilai permintaan maaf yang dialamatkan kepada Soeharto sangat tidak beralasan dibandingkan dengan penderitaan yang dia alami dan ribuan warga lainnya. Kondisi sakit yang dialami penguasa Orde Baru itu tidak boleh menjadi dalih pemerintah untuk menghentikan proses hukum yang belum menemui kejelasan. "Memaafkan itu urusan nanti, setelah pemerintah melaksanakan proses hukum," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat yang sama, Koordinator Kontras Usman Hamid menyatakan, kondisi yang dialami Soeharto seharusnya menjadi penggerak bagi Komnas HAM, DPR, presiden, dan jaksa agung untuk segera melakukan proses hukum atas semua peristiwa pelanggaran HAM di bawah tanggung jawab Soeharto. "Pemerintah harus menegakkan komitmennya bahwa segala proses hukum harus dilakukan kepada siapa pun dengan tetap memperhatikan asas praduga tak bersalah dan hak-hak asasi manusia," ujar Usman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pemerintah harus tetap dalam koridor objektif dalam melanjutkan kasus hukum yang dialamatkan kepada Soeharto. Dalam hal ini, pemerintah tidak boleh menghiraukan pendapat-pendapat sekelompok pihak atau individu yang ingin memaafkan Soeharto karena sakit. "Harus dilihat apakah pertimbangan jasa yang dilakukan Soeharto sebanding dengan pelanggaran HAM yang dilakukan," katanya. Usman juga menyebut, jika Soeharto meninggal, proses hukum bisa dilakukan secara in absensia. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Jawa Post&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-5140534436496300041?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5140534436496300041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5140534436496300041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2008/02/korban-ham-tak-ingin-maafkan.html' title='Korban HAM Tak Ingin Maafkan'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-1225382014543793771</id><published>2008-01-27T17:16:00.000-08:00</published><updated>2008-01-27T17:18:11.657-08:00</updated><title type='text'>Kematian Paman Gober/nyambung crt Mas Seno</title><content type='html'>Akhirnya hari yang ditunggu – tunggu datang juga . Hari kematian Paman Gober yang sangat ditunggu – tunggu itu. Ditunggu oleh saya dan kami penduduk kota Bebek. Di hari itu tidak ada media yang tidak meliput kematian Paman Gober. Ada media yang menyanjung – nyanjung tapi ada juga media yang menyanjung  jasa – jasa beliau dan tak lama membuka  borok – boroknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri, satu dari sekian penduduk kota Bebek yang mengharapkan kematiannya turut  mendengar dan menyaksikan ” keramaian ”  seputar berita orang yang terkaya di kota Bebek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di televisi saya juga melihat bagaimana anak – anak Paman Gober  penuh dengan kesedihan, menangis seraya menghiba , memohon maaf atas kesalahan – kesalahan Paman Gober dan tak lupa meminta kami juga turut mendoakannya. Sayang sekali saya tak punya naluri jadi saya bengong – bengong saja , tanpa kesedihan apalagi kehilangan. Tidak menangis seperti tetangga saya yang dulu pernah jadi bodyguard anak bungsu kesayangan si Paman Gober.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di televisi pula saya menyaksikan berkumpulnya dinasti Paman Gober. Ada anak – anaknya, mantu, besan, para cucu dan tak ketinggalan  para kroni sekalian . Anak – anak yang disayanginya itu semua nampak bersedih . Entah sedih belum kebagian proyek , harta warisan atau sedih beneran. Saya tidak tahu, yang saya tahu cuma kelakuan anak – anak Paman Gober yang tak tahu malu. Memalukan si bapak sendiri juga memalukan diri dan dinasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paman Gober akhirnya mati juga. Apakah dengan kematiannya berakhir dinastinya ?, mudah – mudahan saja. Tapi saya juga tidak merasa yakin karena masih ada generasi setianya, yang akan terus meneruskan cita – cita ingin  terus mengeruk semua kekayaan  kota Bebek dengan cara lama . Yaitu memanipulasi penduduknya dengan retorika keadilan, pembangunan, pemerataan dan persamaan dimata hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sakitnya si Paman saja, kalangan keluarga maupun para mantan dan pendukung setianya sudah banyak melakukan usaha gembar – gembor lewat  berbagai media. Menceritakan, mewartakan akan  jasa – jasa Paman Gober terhadap negeri yang entah kapan makmurnya ini. Menyanjung – nyanjung kesetian Paman pada sang isteri dan juga kecintaan beliau pada keluarga . Mengarang ini dan itu agar tercipta keseragaman image bahwa karena Pamanlah kota Bebek jadi maju, makmur dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wauarakadabrah!!! ( kayak Pailul nya Panji Koming ) Saya pikir – pikir Paman Gober ini memang patut juga jadi tokoh sejarah. Saya patur mengenangnya. Mengenang kepemimpinannya yang juga telah memporak porandakan tatanan hukum, keadilan  dan demokrasi di kota Bebek.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-1225382014543793771?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/1225382014543793771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/1225382014543793771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2008/01/kematian-paman-gobernyambung-crt-mas.html' title='Kematian Paman Gober/nyambung crt Mas Seno'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-1573172422809988174</id><published>2008-01-24T00:46:00.000-08:00</published><updated>2008-01-24T00:47:59.774-08:00</updated><title type='text'>Jalan - Jalan</title><content type='html'>Kalo denger kata jalan – jalan pasti yang terbayang di kepala saya itu gak jauh dari yang enuak – uenak. Jalan – jalan yang saya maksud disini  sama halnya dengan rekreasi . Cuci mata dengan melihat – lihat yang bisa bikin mata, hati mak nyesss dan bibir ini serasa mau tersenyum seikhlasnya terus dan terus. Jadi  jalan – jalan yang saya maksud itu ya yang ada hubungannya dengan senang – senang saja, just having fun tanpa beban gitu lo. Beban pekerjaan, beban moral dan beban rutinitas lainnya. Kedengarannya enak ya ?, ya iya lah ! baru dengernya aja enak apalagi ngelakonin pasti tambah uenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Enak – sih enak Sar tapi itu kan gak gratis, kudu punya persiapan ini –itu terutama duit yang banyak ato ga minimal cukup buat ongkos dsblah ” !, kata teman saya nyeletuk .Lha nggak juga la yaw. Kalo jalan - jalannya kayak anggota DPR buat studi banding, atau gak perjalanan dinasnya para birokrat di Departemen selain gratis juga dapet duit . ” Ya enggak lah Sar , mereka kan emang dalam rangka kedinasan . Kan tujuan mereka juga untuk kebaikan negara ini” . ” Wajar kalau negara memfasilitasi mereka ini dan itu , mereka sudah bekerja dan berpikir untuk negara ini ”. Kembali teman saya yang baik hati itu mengeluarkan prasangka baik yang keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O wualllahh #?*?$# !, maafkan saya ya. Saya memang warga negara yang tidak tahu diri Cuma bisa protes nuntut ini dan itu. Tapi saat saya sedang ngomong soal jalan – jalan,  saya itu sedang kepengen kumat edannya . Karena edannya saya, opongan saya ya suka – suka saya. Semoga teman saya yang memang aselinya baik itu tidak ikutan edan estela  mendengarkan ocehan saya yang ngawur dan ngalor - ngidul&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi  yang saya maksud anggota DPR dan birokrat itu, ya saya sendiri. Sayalah yang memerankan dua lakon itu.  Karena dari awal saya itu ndableg, gendeng dan bebal ya begitu jadi lelakon DPR dan birokrat mental karakter saya tetap saja nduablegg!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jadi jangan heran jika, dengan alasan studi banding atau menijau ini dan itu saya bisa mlancong keberbagai daerah. Saat lakon birokrat, diminta atau tidak saya akan sesering mungkin minta SPPD ( Surat Perintah Perjalanan Dinas,). Dengan SPPD yang  benar maupun yang fiktif,  dompet saya bakalan penuh duit buat modal jalan dan senang – senang. Senang – senang di dalam maupun luar negeri. Saya juga senang jadi lakon PNS. Jadi PNS biar ga bisa bahasa asing dan cuma modal bantu 2 fotocopy sama bawain tas kopor/barang2  bos , saya sudah bisa jalan 2 ke LN kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakon – lakon saya itu semuanya enak – enak . Memang saya hidup itu untuk mencari yang enak – enak. Termasuk cari lakon dalam berperan di negeri Republik Dongeng.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-1573172422809988174?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/1573172422809988174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/1573172422809988174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2008/01/jalan-jalan.html' title='Jalan - Jalan'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-7438229978399022279</id><published>2008-01-13T17:41:00.000-08:00</published><updated>2008-03-11T01:32:14.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini Bebas'/><title type='text'>Sekaratnya Suharto</title><content type='html'>Minggu – minggu ini tiada harian tanpa berita tentang Suharto. Bekas orang nomer satu di negara ini tengah sekarat. Walaupun dia bekas presiden dinegeri ini, tiada satu pun sepak terjang dia yang membuat gue menaruh rasa hormat, bangga apalagi cinta, no way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tubuh renta, tak berdaya dan rohnya kesulitan untuk meninggalkan raganya saja gue ga merasakan kesedihan apa – apa. Gue ga punya hubungan emosional sama bekas ditaktor berwajah bijak dan pemurah dalam menyebar senyum palsu itu. Kalau ada yang mengajak berkomentar seputar Suharto, istananya, apalagi anak – anak dan kroninya, gue paling suka menjawab” emang gue pikirin, peduli setan, dia bukan siapa – siapa gue”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue ngerasa selama ini gue yang masuk level org – org yang gak gablek, sdh gak sempet mikirin si Raja, kroninya, pemerintah sekarang maupun yang akan datang, boro – boro...mending gue mending cari rejeki halal , dagang apa aja yang penting kagak jual kehormatan dan harga diri dengan membungkuk – bungkuk ( denger – denger para konglomerat/pengusaha gede suka memohon 2 dan bungkuk – bungkuk buat dapetin rangkaian regulasi yang menguntungkannya,..sst gosip ) sambil mikir sukur – sukur harga bahan pokok bisa turun, kali – kali aja margin keuntungan gue gak terus – terusan kalah sama tingginya inflasi dan turunnya nilai rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang gue yang bego ini, yang ga tahu ilmu tentang ketatanegaraan dan pemerintahan suka nyeletuk dikala para komentator 2 ( baik yang pro pemerintah dan kontra ) , yang berbla 3x, negeri dan rakyat ini da bosen dengan komentar dan jargon 2 palsu, kita bisa hidup kok tanpa ada si Bos 2 itu, emang pemerintahan, pemerintah dan aparatnya, kebijakkan 2nnya itu fungsinya buat apaan sih ?, gue ga ngerti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-7438229978399022279?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/7438229978399022279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/7438229978399022279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2008/01/sekaratnya-suharto.html' title='Sekaratnya Suharto'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-4170440837921107568</id><published>2008-01-01T17:00:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T00:54:14.420-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Bebas'/><title type='text'>Parodi Diri</title><content type='html'>Taun baru neeh !. Dimana - mana hampir semua ngucapin selamat untuk kedatangan ..mahluk ini, tak terkecuali saya. Saya ikut mengucapkan basa- basi ini kebeberapa orang yang saya benar - benar saya kenal maupun cuma kenal begitu saja. Saya cuma mengekor, ikut - ikutan kaidah yang sudah umum. Munafikkah ? jawabannya ya terserah anda, munafik memang pakaian saya, yang penting topeng kepura - puraan ini ga ada yang tau, kecuali Tuhan dan diri kita sendiri .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap palsu, lain di hati lain dibibir, penuh dengan basa - basi bukankah itu sikap keseharian kita, maaf saya maksudnya. Lha wong saya sudah tidak terhitung berapa banyaknya saya tersenyum palsu, memuja palsu, dan berbuat palsu. " Lho, Sar memang kita hidup di zaman yang serba palsu, jadi kita harus berpalsu - palsu", itu kata teman saya memberi dorongan atas sikap palsu saya ." Tapi kamu sebaiknya pilih - pilih orang dalam berpalsu", maksudnya: dengan atasan kita harus berpura - pura rajin bekerja, rajin memuji dan rajin menjilat, jika teman gaul kita itu orang berpunya, berlevel, punya status dan berpenghasilan ok, kita malah dituntut untuk lebih over dalam berpalsu. Kata teman saya lagi untuk mendapatkan jejaring dan kesempatan ( kesempatan apa aja lah ! ) sikap berpalsu ria itu amat perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa hubungannya dengan tahun yang silih berganti, lha saya tetap saya yang lama, manusia yang itu - itu juga, beramal palsu, solat palsu, soleh palsu, ramah, anggun sampai sikap sederhana dan rendah hati yang saya tampilkanpun palsu.Waktu berlalu dari waktu - kewaktu yang cuma menghasilkan manusia - manusia yang gak bermutu, ya manusia macam saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tahun Baru ( yang ini semoga tidak palsu ) saya ucapkan hanya kepada dunia yang mungkin sudah bosan dengan sikap palsu, pendefinisian, pengkotakkan, kategorisasi dari semua waktu - waktu yang tlah berlalu tidakkah menuju kesesuatu yang baru ?, ya..saya ga tau jawabannya. Lha saya juga sudah mumet karena terus berpalsu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-4170440837921107568?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/4170440837921107568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/4170440837921107568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2008/01/parodi-diri.html' title='Parodi Diri'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-512096843368783541</id><published>2007-12-26T16:57:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T21:52:25.473-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini Bebas'/><title type='text'>Essay Untuk Tikus  dan Cecunguk</title><content type='html'>Kadang pikiran saya ini terasa kosong atau entah terbang kemana saat memikirkan makna substansi kata jujur/kejujuran.Saya, anda dan kita pasti sudah tak asing lagi dengan kata yang satu ini.Buat saya yang tidak punya kompetensi dibidang kebahasaan, tentu tidaklah tepat untuk ber bla - bla mendefinisikan kata jujur, sejatinya sih saya teringat pada apa yang pernah dikatakan oleh Socrates bahwa untuk memahami sesuatu kita harus terlebih dahulu mengetahui defenisi dari apa yang akan kita bahas/kaji, buat saya itu benar sekali Bpk Socrates namun apadaya, saya yang hanya memiliki tingkat kecerdasan minim tidaklah mampu untuk memberi defenisi &lt;em&gt;leterlegh&lt;/em&gt; atas kata jujur atau jujur yang diberi awalan ke dan berakhiran an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya sedang mencoba untuk lebih mengerti apakah saya itu sudah berhasil memahami arti hakiki dari kata jujur itu sendiri ( yang ternyata terdapat lebih dari satu defenisi ) lalu apakah saya sudah bisa menarik nilai universal yang tersirat dibenang merah dalam defenisi - defenisi jujur ?. Nurani saya mengatakan saya tahu apa itu dan bagaimana itu jujur. Tapi sejujurnya saya belum sepenuhnya mengaplikasikan kejujuran didalam menjalani hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat saya terjun didunia yang hidup ini, berbohong buat saya sudah menjadi semacam tradisi, dulu saat hampir seluruh orang tua dibumi ini menuntut nilai akademis yang bagus dari anak -anaknya, si anak jadi sering berusaha terus untuk dapat nilai bagus walau dengan cara berbohong atau menipu diri sendiri, dan ortupun percaya kalau anak - anaknya hebat, pintar dsb, dsb. Si anakpun bangga dengan nilai - nilai bohongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya yang termasuk dari bagian anak - anak itupun mulai masuk kedunia kerja, yang ternyata sama saja. Sama dalam hal menuntut untuk berbuat dusta selanjutnya. Berbohong dengan client, atau pihak manapun yang ingin menemui bos adalah hal yang sering saya, kita dan mungkin anda lakukan disa'at - sa'at sang bos ogah menemuinya. Berbohong ternyata sudah menjadi bagian dari hidup saya dan mungkin juga anda, dan banyak dari kita memberi pembenarannya. Oh, kalau berbohong demi kebaikan tidak apa - apa, itu seperti yang kita sering katakan untuk menentramkan hati kecil yang sudah berdusta, siraman menentramkan yang senantiasa kita buat untuk mengabsahkan segalanya, siraman sejuk yang akhirnya malah membekukan hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bekunya hati saya, anda dan kita maka ringan dan mantaplah bagi kita untuk terus melangkah kedusta - dusta selanjutnya yang lebih dasyat, yang selalu akan kita lakukan karena akan mendapatkan keuntungan materi dan nilai financial yang bisa saja bernilai tak terhingga. Berbuat licik, menipu, menjarah harta yang bukan hak kita atau bahkan nepotisme buta dan membunuh akses/kesempatan orang lain yang sama - sama punya hak seperti kita menjelma menjadi dusta biasa.Tak mengapa toh untuk kebaikan saya, anda dan kroni - kroni kita.Semakin hari aku semakin terbiasa, tak lagi bingung ini dusta "putih, hitam, abu abu atau merah, kuning, hijau di bumiku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran, mahluk apakah engkau ? , aku hanya menuntut orang lain untuk jujur kepadaku, begitu lantangnya aku menyuarakan kejujuran untuk orang lain tapi bukan untukku. Aku bersembunyi dan menutup hati. Aku ....takut padamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-512096843368783541?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/512096843368783541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/512096843368783541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/12/jujur.html' title='Essay Untuk Tikus  dan Cecunguk'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-1447751983747208421</id><published>2007-11-14T17:04:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T19:36:35.484-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Kebahagiaan Ala " Zoroaster Wardoyo "</title><content type='html'>Kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini kita sering mendengar kisah-kisah, meski tidak unik tetapi menarik, yang menampakkan paradoks kehidupan. Ada kisah-kisah perkawinan penuh senyum berdampingan dengan perceraian dalam dendam. Ada kisah lahirnya anak selebritis diiringi sukacita berbarengan dengan berita mayat-mayat bayi di tumpukan sampah. Ada juga kisah kenikmatan seks rombongan beriringan dengan cerita tangis kepasrahan penggemar Arifin Ilham atau Pendeta Lumoindong. Ada kisah mahamurah Bunda Teresa beriringan dengan cerita kebengisan George W. Bush. Betapa riuhnya dunia tempat kita tinggal. Penuh pertentangan. Seribu satu kelakuan muncul dari mahluk berjenis manusia. Dari tujuh not nada bertunaslah jutaan lagu. Mungkin itulah yang menjadi alasan Socrates (470-399 SM) lebih suka membincangkan soal manusia daripada alam semesta seperti yang dilakukan filsuf-filsuf Yunani sebelumnya. Kalau boleh berspekulasi, semua yang dilakukan manusia, entah diakui atau tidak, adalah upaya memperoleh kebahagiaan dan menghindari kesengsaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang ingin bahagia. Itu pasti. Manusia berupaya mengalami kebahagiaan. Ada yang percaya bahwa kebahagiaan bisa dicari dalam harta. Orang bekerja keras membanting tulang, mengumpulkan uang, atau menipu untuk memperoleh kekayaan sebanyak-banyaknya. Kekayaan dianggap puncak yang harus dicapai untuk menikmati matahari terbit yang indah. Semakin banyak yang dimiliki, semakin bahagialah ia. Ada pula yang percaya sebaliknya; meninggalkan harta adalah sumber kebahagiaan. Ada orang yang menanggalkan semua hartanya, tidak bekerja, dan pergi ke tempat-tempat sunyi menjadi pertapa. Kekayaan dianggap jurang gelap nan dalam dan bisa membinasakan kebahagiaannya sebagai manusia fana. Semakin sedikit kebutuhan akan kekayaan, semakin bahagialah ia. Benarkah kebahagiaan ada atau tidak ada dalam sesuatu di luar diri kita, ataukah ia berada dalam diri kita dan menunggu untuk ditemukan? Kebahagian merupakan tujuan akhir dari segala upaya yang dilakukan manusia. Kebahagian berharga pada dirinya sendiri. Ketika orang sudah mencapai kebahagiaan, yang lain menjadi tidak perlu lagi. Tapi apa sebenarnya kebahagiaan itu?. Apakah Filsafat mampu menjawabnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam filsafat membincangkan tema bahagia/kebahagiaan adalah sebuah tema yang sudah sekuno filsafat itu sendiri. Para filsuf, mulai dari Budha, Socrates, hingga Kierkegaard mencari kebahagiaan. Begitu pula saya, teman saya, sepupu saya, dan Anda. Saya punya teman. Dia cantik, pintar, memraktekkan agamanya, dan gaul. Tidak sedikit teman laki-laki yang mendekatinya. Ada juga yang langsung mengajaknya menikah. Dia belum bergeming dan tidak memilih salah satu. “Kenapa pilih-pilih begitu?” tanya saya suatu kali. “Tidak adakah satupun dari mereka yang memenuhi kriteriamu?”. Ada yang sudah mapan, bekerja di suatu bank ternama di Bandung. Ada juga seorang ahli teknik di Danone-Aqua. Dia ingin masa depan yang bahagia. Tentu saja. Semua orang juga ingin. Dia percaya kebahagiaan bisa diperoleh dari keluarga yang harmonis, suami yang setia, anak yang baik, penghidupan yang layak, dan mertua yang tidak cerewet. Dia percaya kebahagiaan ada di ‘luar sana’; di luar dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita cermati semua ajaran agama dan filsafat yang pernah mampir ke dunia ini, maka kita akan menemukan bahwa kebahagiaan tidak ada ‘di luar sana’ secara murni. Ada andil dari pemahaman kita sendiri tentangnya. Socrates, misalnya, bilang bahwa kebahagiaan adalah keadaan ketika kita mencapai diri yang sempurna. Kesempurnaan ini diraih dengan mencapai pemahaman akan ‘yang baik’; dan kita mencapai ‘jiwa yang baik’ (eudaimonia). Eudaimonia sering diterjemahkan sebagai kebahagiaan; kebahagiaan dalam arti luas; keadaan jiwa manusia yang melampaui perasaan subjektif seperti senang atau gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kebahagiaan ini tercapai? Sekali lagi Socrates menjawab: “Dengan memiliki keutamaan berupa pengetahuan tentang ‘yang baik’”. Keselarasan antara mengenal dan berperilaku baik merupakan jalan satu-satunya mencapai kebahagiaan. Teman saya langsung ngotot. “Tidak; tidak mungkin benar. Buktinya para pejabat itu tahu bahwa orang miskin itu sengsara, tapi tetap saja mereka menerapkan kebijakan yang menyengsarakan orang miskin!” Ya, teman saya benar juga. Banyak orang tahu tentang ‘yang baik’, tapi mereka tidak menerapkan dalam kehidupan mereka. Mereka tahu bahwa menipu bukan ‘yang baik’, tapi mereka melakukannya. Keberatan seperti ini ada benarnya, tetapi maksud Socrates dengan ‘mengetahui yang baik’ adalah mengetahuinya secara eksistensial, bukan secara teoritis. Artinya, ‘mengetahui’ itu melibatkan seluruh aspek dan dimensi kepribadian manusia. Contoh dalam kartun adalah ketika tokoh digambarkan dinaungi awan berisi bola lampu dan diriingi suara ‘ting!”. Orang yang bahagia adalah orang yang tahu tentang ‘yang baik’ dan berusaha mencapainya sesederhana apapun. Jadi, kebahagiaan berada di dalam diri kita sekaligus berada di ‘luar sana’. Orang yang bergantung pada sesuatu ‘di luar sana’ untuk bisa bahagia, rasanya tidak akan pernah bahagia karena tidak semua yang ‘di luar sana’ bisa kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Socrates tidak punya sekolah, banyak orang yang kemudian mengaku sebagai muridnya dan menyatakan bahwa mereka menjalankan filsafatnya. Dua di antara yang terkenal adalah Kaum Sinis dan Hedonis. Suatu hari Socrates sedang jalan-jalan di sudut Athena diikuti beberapa orang ‘muridnya’. Ketika melewati sebuah toko kelontong, Socrates berucap: “Hmm, ternyata banyak nian yang tidak aku perlukan”. Ucapan sinis inilah yang membuat Diogenes dari Sinope (412-323 SM) menerapkan ajaran “dengan sesedikit mungkin material yang dibutuhkan, maka kita akan mencapai kebahagiaan”. Diogenes yang juga dikenal sebagai Diogenes dalam Tong, konon pernah dikunjungi oleh Alexander Agung. Sang Kaisar bertanya: “Dio, adakah yang engkau inginkan dariku?”. Dari dalam tongnya, Diogenes menjawab, “Ya, bergeserlah ke samping, Anda menghalangi cahaya mentari”. Antisthenes (?), seorang dari filsuf Sinis pernah bilang: “Aku takut pada harta-kekayaan karena ia menciptakan ketidaksetaraan; ketaksetaraan menimbulkan kecemburuan; dan kecemburuan memunculkan kebencian; dan kebencian menurunkan derajat kemanusiaan manusia.” Bagi Diogenes dan kaum Sinis lainnya, keterikatan pada barang-barang materi telah merusak kealamiahan manusia dan karenanya menjauhkan manusia dari kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kelepasan dari ketergantung terhadap sesuatu ‘di luar sana’; terutama materi. Sepanjang hidupnya konon Diogenes cuma punya satu mantel, tongkat, kantong roti, dan tong tempat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat bersebrangan datang dari orang yang juga mengaku sebagai murid Socrates, yaitu Aristippus (435-355 SM), filsuf dari Kyrene, Afrika Utara. Socrates pernah mengajarkan bahwa tujuan hidup adalah mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan diperoleh dengan mengetahui ‘yang baik’. Filsafat adalah upaya untuk mengetahui ‘yang baik’ tersebut. Oleh Aristippus ‘yang baik’ diterjemahkan sebagai ‘yang nikmat’. Segala sesuatu yang nikmat bagi tubuh adalah baik. Orang bahagia adalah orang yang mengupayakan kenikmatan dalam hidupnya. Mengejar kenikmatan merupakan upaya (actus) yang dilandasi oleh pemahaman tentang yang nikmat (praxis). Rasio manusia bertugas untuk memperhitungkan pemaksimalan kesenangan dan peminimuman kesusahan (badani). Kalau kita pikir-pikir, bisa jadi pemikirannya benar. Selama ini tidak sedikit orang yang mengupayakan kenikmatan badani dengan mengumpulkan kekayaan, lalu membelanjakannya untuk makanan lezat, minuman enak, seks, tamasya, atau ke spa. Orang berlomba-lomba memperoleh kenikmatan. Bahkan barang terlarang pun dibeli jika itu memberi kenikmatan. Tetapi apakah benar kebahagiaan bisa diperoleh dari itu semua? Jawabannya jauh dari abad ke-19 di Denmark. Søren Kierkegaard (1813-1855), filsuf eksistensialis itu bilang “ya, bisa”. Kenikmatan badani atau oleh Kierke disebut sebagai kenikmatan estetik merupakan satu dari beberapa sumber kebahagiaan manusia. Tetapi, kenikmatan estetik itu sifatnya sangat terbatas. Selagi sumber kenikmatan itu ada, maka bahagialah ia. Sumber kenikmatan seperti tamasya, minuman enak, makanan lezat, tidak bertahan lama. Ketika tubuh sakit, maka lenyaplah segala kenikmatan itu. Ketika tidak lagi mempunyai uang untuk membeli ‘kebahagiaan’ itu, sengsaralah kita. Selain itu, kita akan selalu mencari dan terus mencari lagi sesuatu yang baru dan dianggap menyenangkan. Intinya, ketergantungan kepada sesuatu di luar diri; apalagi berupa materi, bukanlah sumber kebahagiaan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke ajaran kaum Sinis, maksud ajaran mereka tentang ketidakterikatan pada materi pada intinya bukan berarti kita tidak boleh mempunyai dan menikmati materi; tetapi tidak terikat dengan yang kita punyai tersebut. Dalam ajaran agama mungkin ini yang disebut ikhlas. Semuanya milik Allah. Semua ada dan tiada karena Allah. Ketika kita terikat, maka sama saja seperti kita melekatkan stiker ke betis. Cabutlah stiker itu, maka sakitlah betis kita karena ada yang tercerabut, yaitu bulu. Nabi Muhammad saw , nabi Islam dari Arab, konon pernah bilang: janganlah mencintai atau membenci seseorang (juga sesuatu) seratus persen. Cukuplah lima puluh persen saja. Sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa jadi orang yang paling kita cintai menjadi orang yang paling membuat kita menderita; dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aristoteles (384-324 SM), salah seorang murid Plato yang terkenal, mengajukan pendapat bahwa kebahagiaan adalah tujuan terakhir hidup manusia. Apabila kita sudah bahagia, maka kita tidak memerlukan apa-apa lagi. Kalau sudah bahagia, tidak masuk akal jika kita masih mencari sesuatu yang lain. Kebahagiaan itulah yang baik dan bernilai pada dirinya sendiri. Berkaitan dengan kenikmatan estetik di atas, keterbatasan sumber kenikmatan dan efek terus mencari ‘yang lain’ untuk bisa bahagia menunjukkan bahwa kebahagiaan yang diperoleh dari kenikmatan badani bersifat semu. Ketika ketika percaya bahwa kita akan bahagia dengan mempunyai sebuah mobil mewah, maka ketika kita tidak memilikinya maka kita akan sengsara. Itu namanya kebahagiaan bersyarat. Rumusnya adalah: bila ada X maka bahagia. Ketergantungan pada X, sesuatu yang kita anggap membahagiakan, justru bagi Budha Gautama adalah sumber kesengsaraan. “Keinginan adalah sumber penderitaan”, ajar Budha pada muridnya Kasyapa (Kalimat ini pernah menjadi sepenggal lirik lagunya Iwan Fals).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, jika kebahagiaan tidak kita gantungkan pada sesuatu ‘di luar sana’, apalagi berupa kenikmatan materi, apa yang mesti kita lakukan? Apakah kita akan mengikuti Budha dengan cara melenyapkan keinginan? Bila sumber kebahagiaan berada dalam diri kita sendiri, bagaimana kita memunculkannya? Apakah dengan mengetahui sebanyak mungkin hal dan menganalisisnya untuk menemukan ‘kebahagiaan’ kita sendiri? Tetapi dengan semakin banyak tahu, bukankah kita akan semakin punya banyak pertanyaan; dan setiap pertanyaan adalah kegelisahan dan tidak akan menentramkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu novel Jepang. Oleh kawan saya dianggap bukan karya sastra bermutu. Judulnya Musashi, karya Eiji Yoshikawa. Dalam novel tersebut Musashi, tokoh utamanya, mengalami perubahan yang cukup radikal sepanjang perjalanan hidupnya. Perubahan tersebut dipicu oleh perubahan-perubahan cara pandangnya tentang berbagai hal; terutama pandangannya tentang diri dan hidup yang dijalani. Ia ingin mengikuti “Jalan Pedang” untuk mencapai kebahagiaan. Mulanya dia beranggapan bahwa menjadi yang terkuat akan menghantarnya menuju hidup bahagia. Dia lewati jalan hidupnya dengan menantang hampir semua jagoan pedang. Beberapa perguruan dikalahkannya. Namun, perjumpaan-perjumpaannya dengan berbagai orang dan peristiwa yang mengajari hidup dan kehidupan telah menghantarnya pada pemahaman bahwa Jalan Pedang sejati adalah kemampuan tidak menggunakan pedang dalam pertarungan dengan lawan; dan lawan yang paling tangguh adalah diri sendiri. Oleh karena itu, hidup bahagia bisa dicapai dengan menerapkan perilaku rendah hati, kejujuran, dan mengikuti alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin semua kesimpulan Musashi terdengar klise dan biasa-biasa saja karena kita sudah tahu semua itu dari pelajaran agama dan pendidikan moral yang kita dapat sejak kita kecil. Tetapi, pengetahuan kita tentang hal tersebut masih bertaraf ‘pengetahuan teoritis’. Pengetahuan teoritis akan ‘yang baik’ tidak serta merta membuat kita berperilaku ‘baik’. Buktinya berapa puluh kali para pejabat negara kita mengikuti Diklat yang pasti salah satu kuliahnya adalah tentang moral Pancasila. Nyatanya negara kita adalah negara terkorup di Asia Tenggara. Jadi, yang penting justru bukan kesimpulan itu sendiri, tetapi bagaimana orang mengetahuinya secara eksistensial lewat seluruh hidup yang dijalani; lewat kisah-kisah yang dialami. Ada sebuah pepatah: “pengalaman adalah guru terbaik”. Pepatah ini tidak keliru, tetapi hanya separuh benar. Hanya pengalaman yang diolah, dipikirkan, dan dihidupi saja yang bisa menjadi guru terbaik sehingga, sebenarnya, kitalah guru terbaik itu sendiri. Olah karena itu Socrates berpesan: “Hidup yang tidak pertanyakan adalah hidup yang sia-sia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bergurau Pak Socrates! Kalau kita selalu mempertanyakan hidup ini, kita akan kebanjiran pertanyaan yang mau tidak mau akan mengurangi kesempatan kita menikmati hidup yang singkat ini! Bukankah memusingkan untuk menjawab dari pengalaman sendiri “untuk apa hidup?”? Lebih baik kita copy-paste saja jawaban yang sudah ada. Misalnya jawaban ustad terkenal atau dari buku orang sukses. Bisa juga dari buku-buku panduan manajemen (qalbu, emotional &amp;amp; spiritual quotien, dkk.). Atau, mungkin lebih baik tidak usah ditanyakan saja. Hidup kita singkat pak !. Belum lagi berbagai kesibukan seperti kerja, belanja, masak, baca, nonton, kongkow dllnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang saya berpikir, betapa nyamannya menjadi domba. Tidak perlu sekolah, kerja cari uang, dan bersosialisasi ini itu . Si domba lahir dan menyusu pada ibunya, lalu setelah beberapa minggu ia belajar mencari makan. Dia belajar memilih rumput yang enak supaya sehat dan gemuk. Dia belajar mengunyahnya sesuai tradisi. Ketika sudah ahli mencari rumput dan mengunyahnya, domba itu belajar juga mencari pasangan kawin dan ‘menikmati’ seks. Mula-mula ditolak. Tapi lama-lama dapat juga. Domba pun kawin dengan domba betina pilihannya. Istrinya hamil dan melahirkan anak. Anaknya beranjak remaja dan sudah bisa mencari makan sendiri. Kini si domba sudah dewasa dan menjelang ajal, entah dijagal untuk dimakan dagingnya atau mati karena penyakit. Sejak dijinakkan 10.000 tahun lalu, mungkin hampir semua domba menjalani hidupnya seperti itu. Mereka menjalani hidup seadanya. Hidupnya mengalir; benar-benar mengalir seperti air sungai . Tidak pernah berhenti dan merenung sejenak. Tidak ada “pengalaman”, tidak pula pertanyaan. Begitu tentram hidupnya. Begitulah cara domba saya mengalami ‘kebahagiaan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;March 2nd, 2006 komunitas filsafat tamanbunga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-1447751983747208421?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/1447751983747208421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/1447751983747208421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/11/kebahagiaan-ala-zoroaster-wardoyo.html' title='Kebahagiaan Ala &quot; Zoroaster Wardoyo &quot;'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-5864232411184456236</id><published>2007-11-11T19:25:00.001-08:00</published><updated>2007-11-18T23:47:03.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Bebas'/><title type='text'>Popularitas Koboi Bush</title><content type='html'>Bisa dipastikan 3/4 dari jumlah penduduk dunia ini mengenal George W Bush. Di AS saat ini popularitasnya tengah merosot. Selain ga ngebuat AS tambah kaya secara itung - itungan ekonomi, yang ada duitnya si Uncle Sam malah diabisin buat adu kebegoaan dengan agresi sani - sini. Menurut hasil polling salah satu institusi riset yaitu Gallup Poll menunjukkan bahwa popularitas Bush-uk saat ini merosot tajam, hasil riset menujukkan bahwa dia adalah presiden AS terburuk sepanjang sejarah moderen Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil polling yang diumumkan pekan ini menujukkan hasil 64 % warga AS tidak menyetujui cara kerja presidennya ( 2/3 warga berpikiran bahwa Bush+uk tidak mempunyai kompetensi ).Tingginya tingkat kejelekan reputasi Bush+uk itu ternyata mampu mengalahkan rating reputasi presiden AS sebelumnya yaitu Richard Nixon ( skandal Water Gate ), dimana 48 % warga AS tidak mendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden bermental preman ini dianggap cuma bisa ninggalin warisan kesialan, karena presiden AS yang kelak akan menggantikannya harus menanggung beban dari berbagai masalah akibat kebijakan politik yang sudah diambil oleh koboi bloon Bush+ uk ini seperti masalah Irak, Afganistan dan Guantanamo .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonom level dunia Joseph E Stiglitz dan Pengusaha Kondang AS pun ternyata juga urun sumbang dalam mengomentari perihal Bush dengan menuliskan; "bush adalah presiden AS terburuk sepanjang sejarah, mereka memberikan penilaian itu berdasarkan kinerja Bush dibidang ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur bebas dari Kompas 11/11/07, Reuters/AP/AFP )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-5864232411184456236?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5864232411184456236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5864232411184456236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/11/popularitas-koboi-bush.html' title='Popularitas Koboi Bush'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-1441193628155007719</id><published>2007-11-09T19:18:00.000-08:00</published><updated>2007-11-18T18:39:30.729-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini Bebas'/><title type='text'>Anak Orang Gedean</title><content type='html'>Jika anak orang berada, pintar ini dan itu, punya banyak akses untuk kerja disana dan disitu, buat gue itu satu hal yang biasa malah ga ada kejutannya alias biasa saja. Jika anak orang berada,pintar ini dan itu,punya banyak kesempatan dan akses disana disini tapi mudah stress itu biasa dan...biarkan saja. Mereka tak mengenal susah apalagi menderita, yang terhampar di depan mata hanya kemudahan demi kemudahan. Kerikil kecil baginya besar, mudah merengek minta fasilitas ini dan itu. Ha 3x, jago kandang dan hanya tau kompetisi semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak orang berada yang kekayaan bokap dan maknya entah dari mana, gak jelas asal usulnya, lebih suka ngebanggain kedudukan dan kehormatan semu ortunya...itu mah biasa aja atuh !, gede tapi bodong, pintar dari segi inteleknya tapi masih perlu dipertanyakan kepekaan sosial dan mentalitas ketangguhannya. Wauaahaaa 3x kasian sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak penggede jadi birokrat atau politisi karena keturunan lantas berulah yang memalukan ,....itu mah! bukan hal yang luar biasa lagi tapi emang biasa. Korup, manipulasi proyek ini - itu, itu mah....wajar - wajar aja. Itu belum seberapa yang lebih yahud mereka itu biasa tampil sempurna dan rakyat pun jadi terpesona. Bayangkan saja begitu mereka selesai merampas akses rakyat diluar kekroniaannya dan membunuh sumber mata pencarian jutaan rakyat yang bukan geng nya, mereka bisa dengan mudah menampilkan wajah bijak sambil tersenyum memikat . Hi 3x buat gue mereka cuma badut - badut intelek yang lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pertanyakan kadar nasionalisme mereka, lha wong menjual negara sendiri saja penuh dengan suka cita , lha kan yang masuk keperutnya, yang sudah membesarkan dan menyekolahkannya adalah uang negara yang tanpa rasa dosa sudah ditilep ortunya . Uang haram yang sudah mendarah daging, kualitas didikan yang diterima dari kedua orangtuanya sudah membentuk kepribadian dan mentalitas anak mami - papi sedemikian rupa ...hi 3x bukankah itu proses internalisasi penanaman nilai - nilai amoral yang berhasil ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak - anak penggede itu melakukan tindakan melawan hukum dan nilai nilai keadilan namun selalu bebas dari sentuhan hukum( karena ortunya juga selalu lolos dari jerat hukum) dan selalu dapat melenggang bebas tanpa beban malu dan perasaan berdosa,...sama aja itu juga ga ada anehnya. Pikir - pikir.....uenak sekali ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bangsa yang mayoritas ini masih mau dikuasai oleh para penguasa yang lahir dan besar dilingkungan yang tak pernah merasakan betapa sulitnya kehidupan rakyat jelata, yang sudah sedemikian kerja kerasnya namun tetap saja kemakmuran masih sangat jauh dari jangkauan dan mata...., ??? apa jadinya ya????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-1441193628155007719?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/1441193628155007719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/1441193628155007719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/11/tanggung-jawab-lakon.html' title='Anak Orang Gedean'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-2069243362688973770</id><published>2007-11-07T17:43:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T19:27:46.933-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini Bebas'/><title type='text'>Reformasi Birokrasi ?.</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Budiman Sudjatmiko, aktivis yang kini aktif di PDI-P : " Kunci utama untuk memperbaiki kondisi bangsa adalah dengan mereformasi birokrasi" . Sehebat apapun pemimpin atau program kerja yang disusun, tidak akan banyak berarti jika tidak didukung reformasi birokrasi. Tanpa reformasi birokrasi orang baik dan hebat yang memimpin negeri ini dapat dipastikan akan tersendat ketika akan menjalankan kebijakan peningkatan kesejahtraan rakyat. Kebijakaan tersebut akan cenderung disabotase oleh mereka yang selama ini memperoleh keuntungan dari tidak efisiennya birokrasi. Beberapa step yang Budiman resepkan agar reformasi birokrasi dapat terimplemantas diantaranya adalah:melakukan pensiun dini yang dimaksudkan untuk memudakan birokrasi, peningkatan profesionalisme SDM, rotasi serta penegakan hukum .&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan menurut Eko Prasodjo ( Pakar Administrasi Politik UI ) ; banyak pihak yang menyadari dan memahami arti pentingnya reformai di jajaran birokrat, namun ada hal - hal yang membuat reformasi hanya menjadi wacana. Berbagai kekuatan politik selama ini juga masih cenderung menjadikan birokrasi sebagai tempat mencari uang seperti contoh kasus yang terjadi di Departemen Kelautan dan Perikanan yang terungkap beberapa saat lalu, dimana ternyata banyak uang ari departemen itu yang mengalir keberbagai kekuatan politik. Akibat sikap berbagai kekuatan politik yang menjadikan birokrasi sebagai sumber dana ini akan membuat ide - ide tentang reformasi birokrasi selama ini seperti menemui jalan buntu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reformasi birokrasi berarti juga usaha untuk mengubah perilaku dan budaya birokrat. Usaha merubah ini tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh waktu yang lama? dan usaha yang terus menerus karena kebiasaan dan inefisiensi di tubuh dan para pelaku ( birokrat) sudah tertanam bertahun - tahun lamanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;( Disadur dari NWO, Kompas 3/11/2007 ) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-2069243362688973770?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warungsari.blogspot.com/feeds/2069243362688973770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6544762464486834728&amp;postID=2069243362688973770&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/2069243362688973770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/2069243362688973770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/reformasi-birokrasi.html' title='Reformasi Birokrasi ?.'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-6936561996362717431</id><published>2007-11-05T19:28:00.000-08:00</published><updated>2007-11-09T00:32:27.742-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>* *About Zen</title><content type='html'>Jika Engkau bertanya tentang Zen itu berarti Engkau bertanya apa itu hidup. Jawabannya adalah sebuah pertanyaan yang kadang tanpa akhir. Zen mengesampingkan jawaban yang berasal penjelasan abstrak, karena spekulasi filosofis dan semua jenis pretensi tak berguna . Semuanya jauh dari denyut kehidupan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran, karya sastra dan fungsi Zen dalam segala bentuknya adalah menakjubkan, terlihat kompleks karena mentalitas manusia yang juga kompleks . Namun sesungguhnya representasi Zen adalah kesederhanaan, membumi terhadap kehidupan, menyegarkan dan sekaligus mencerahkan. Zen bisa berarti bebas/kebebasan ego manusia, dan itu hanya mungkin bila kepentingan diri telah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah : seekor ikan kecil bertanya kepada seekor ikan besar ;&lt;br /&gt;Ikan kecil : ikan -ikan ramai membicarakan masalah air, apakah air, seperti apa dan dimanaka&lt;br /&gt;air itu ?&lt;br /&gt;Ikan besar : kau bertanya tentang air ikan kecil ? air adalah dimana kini engkau tengah&lt;br /&gt;bersama dan hidup didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuang Zi * berkata : Ikan - ikan hidup di laut, sungai dan danau namun ikan - ikan itu tak&lt;br /&gt;menyadarinya . Orang - orang hidup bertanya tentang hidup/kehidupan tapi&lt;br /&gt;mereka tak mengenal dan menyadari hakekat dari hidup itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Master Zen&lt;br /&gt;** Disadur dari Value of Wisdom/Buku tentang Zen( elekskomputindo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-6936561996362717431?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/6936561996362717431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/6936561996362717431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/11/blog-post.html' title='* *About Zen'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-3981646760393198906</id><published>2007-11-05T17:23:00.000-08:00</published><updated>2007-12-09T20:02:13.030-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bebas'/><title type='text'>Kawulo Manunggaling ing Gusti</title><content type='html'>Aku bukan milik siapa - siapa, tidak juga diriku.&lt;br /&gt;Aku tunggal milik Sang pencipta&lt;br /&gt;Jika ku mengikat diri hanya sebatas artifisial dunia dan isinya semua kan berujung sia - sia.&lt;br /&gt;Aku dan ketidakberadaan, pembebasan dan pencerahaan tauhid.&lt;br /&gt;Aku bukan milik siapa - siapa, tidak juga diriku, kekasih, belahan jiwa bahkan ayah dan ibu kandungku.&lt;br /&gt;Tercerahkan oleh ketiadaan&lt;br /&gt;Terbebaskan oleh kemerdekaan, menyatu ke ketiadaan&lt;br /&gt;Transenden dan ekstase ke haribaan&lt;br /&gt;Aku...kawulo manunggaling ing Gusti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-3981646760393198906?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/3981646760393198906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/3981646760393198906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/11/kulo-manunggaling-ing-gusti.html' title='Kawulo Manunggaling ing Gusti'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-2670119173507952140</id><published>2007-10-25T17:36:00.000-07:00</published><updated>2007-11-29T16:46:04.178-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Bebas'/><title type='text'>Terkenang Bokap</title><content type='html'>Malam tadi sekitar jam sepuluan kepala gue udah penuh, gue pengen cerita macam - macam, kalo gue punya lap top pasti gue udah writing banyak tuh di word. Ide gue dari masalah cewek matre, pernikahan, kasusnya si pesulap copperfield, grammen bank sampe impian gue punya warung kecil tapi rejeki gede. Ehh ga tau kenapa jadi keingetan bokap nih!, tadinya gue mau nulis essay tiba - tiba jadi ngelantur ( flash back ke bokap, ). Bokap gue adalah salah satu dari sekian orang yang terpinggirkan oleh rezim orba . Dia sempat ditangkap ( kata nyokap pas nyokap lagi hamil tujuh bulan ) dengan alasan ga jelas, terus dituduh ini itu dan sempet ditahan hanya karena bersebrangan paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi aja gue pengen inmemoriam bokap, mumpung masih pagi buta ( sekitar jam 7 an untuk ukuran kantor gue ) dan kepala masih all filling in about him , tapi... berarti gue pake fasilitas negara ya ? ( satu dari nilai idialis gue yang sekarang luntur, gue sering pake komputer kantor buat nulis kepentingan pribadi ) sesuatu yang sungguh memalukan dan terlarang ya ! . Ini juga jadi bahan pemikiran gue, sejujurnya gue pengen ngikutin almarhum bokap gue, dia seorang lelaki dengan kehidupan yang sederhana tapi bahagia, adem tentrem ( ini retelling yang gue dapat dari bokap ) . Bokap hidup dalam dunianya, dia jalani hidup dengan nilai - nilai idialisme yang diyakininya dan ini yang bikin gue salut. Dari beliau gue banyak tau tentang nilai - nilai dan etika hidup yang mestinya gue ikutin . Gue ga bisa sepenuhnya kayak bokap, gue masih terlalu pengecut untuk berani tegak dan hidup dengan idealisme. sekarang aja gue nulis pake listrik negara, sesuatu yang kata bokap kalo mati diminta pertanggung jawabannya karena gue makan jatah yang bukan hak gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman - pengalaman bokap, ide - ide, nilai idieologi dan idialisme beliau lah yang banyak membuat gue terkesan, sayang, hormat dan cinta. dari yang gue tangkap dia pro dengan substansi nilai - nilai nasionalis Soekarno, Syahrir, Hatta dan Agus salim. Ada banyak nilai - nilai hidup yang gue tangkap dari tutur dan prilaku beliau. Gue bahagia jadi anaknya, dia juga yang ngedidik gue untuk ga jadi cewek cengeng yang cuma bisa nangis hanya karena kekurangan , kesulitan materi atau persoalan hidup yang ecek - ecek. Satu prisip strick bokap yang buat gue masih sulit untuk gue terapkan an sich adalah mempertahankan kejujuran yang dilandasi oleh niat baik dan ikhlas dalam menjalani hidup.Buat bokap gue nilai - nilai kejujuran yang berorientasi transenden ke Ilahianlah yang mampu membangun semangat untuk tetap bertahan hidup dizaman segila apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bokap dah meninggal hampir dua belas tahun yang lalu, dia meninggal dengan membawa kesederhanaan, kewibaan serta keberanian seorang lelaki . Keluarga gue bukan keluarga kaya raya, bokap dulunya pernah gawe tapi akhirnya dia lebih milih resign, ektreemnya beliau lebih senang disebut beroposisi. Bokap bilang lebih enak jadi kuli bagi diri sendiri dan untuk menyambung hidup, nyokap dan bokap membuka warung nasi. Dengan ijin Allah kita hidup, makan, bersekolah dan sukur ada yang nyampe kuliah, itu semua adalah hasil usaha warung. Kalo inget - inget jadi senyum sendiri ( karena begitu kita - kita beranjak besar karyawannya adalah anak - anaknya sendiri yang kalo bantuin baru dapat gaji untuk uang saku, bayaran, beli buku dll nya ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue masih punya utang ama bokap, bokap pernah nyinggung soal salah satu buku Pramudya yang dia belum baca dan gue janji mau beliin, belum kesampaian beliau keburu sakit ( ga lama, beliau ga sadar 2 hari terus meninggal ). Maaf ya pak karena aku belum bisa menepati janji dan da banyak ngelanggar nasehat bapak, so very sorry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love U so much.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-2670119173507952140?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/2670119173507952140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/2670119173507952140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/10/terkenang-bokap.html' title='Terkenang Bokap'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-5857488343041089896</id><published>2007-10-08T17:25:00.000-07:00</published><updated>2007-10-08T17:53:01.332-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg - Uneg'/><title type='text'>TAHU DIRI DONG !</title><content type='html'>Saat ini gue tengah bernafas karena ijinNya. Gue berjalan dan mengisi waktu yang diberikanNya semampu gue. Gue rasa dalam rentang waktu lampau dan saat ini da banyak kesalahan yang gue buat, terutama saat gue berinteraksi sosial. Sering dengan kesadaran atau tanpa sadar ucapan, prilaku, prasangka gue sudah nyakitin atau mungkin membuat orang lain tersinggung. Gile bener....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue kadang mikir sampai kapan time limit yang diberikan Sang Khalik ke gue, kalo gue cuman bikin alasan - alasan pembenar buat membenarkan ketidak optimalan gue dalam berusaha untuk terus menjadi mahluk yang sejatinya manusia ( mahluk yang ditinggikan kedudukannya diantara tak berhingga mahluk dan materi ciptanNya ) , so benar - benar terlalu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semampu gue, itu kalimat mentok sekaligus kalimat penghibur dikala, disaat atau ditengah menghadapi persoalan - persoalan hidup, lalu apakah aksi gue - aksi gue dalam menghadapi perjalan hidup berorientasi pada nilai - nilai Ilahiyah....., itulah yang sekarang jadi pertanyaan hidup gue, entah sampai kapan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-5857488343041089896?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5857488343041089896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5857488343041089896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/10/tahu-diri-dong.html' title='TAHU DIRI DONG !'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-6995834455329543763</id><published>2007-10-04T16:41:00.000-07:00</published><updated>2007-11-29T16:50:20.665-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg - Uneg'/><title type='text'>Gue Harus Ngaca !</title><content type='html'>Berdamai dengan realistas hidup adalah satu keharusan buat gue . Ini adalah kenyataan yang bisa menghibur dan menenangkan diri disaat pikiran dan perasaan gue luka. Yah bisa luka karena apa aja lah !, yang pasti yang namanya berinteraksi degan sesama manusia pastilah akan ada kerikil - kerikilnya. Jujur aja gue bukan orang yang masuk kriteria baik apalagi prefek. Gue nyadar bahwa horizon gue yang ala kadarnya plus mind set yang kurang positif membuat yang keluar dari kepala gue hanyalah kesimpulan dan prasangka 2 jelek ( mungkin sejatinya tidak seperti yang gue prasangkakan ) . So subjektif banget kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue berkesimpulan bahwa di ranah sosial dimana kita bergaul dan berinteraksi , akan selalu ada benturan. Situasi lingkungan interaksi yang dirasa ga enak, ga cocok karena banyak sebab, atau ketidakmampuan mengcounter pluralism dalam banyak hal merupakan hal -hal potensil yang bisa membuat gue kadang ngerasa sad and hurt.Pengennya sih fine - fine but it's not easy like I thought.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mind set gue meyakini bahwa gue tengah menjalani lakon gue sebagai orang hidup. Dalam gue berlakon menjalani profesi, gue akan banyak menemui, melihat bahkan mengalami benturan - benturan interaksi, dari yang level ecek - ecek sampai level saling tuduh, fitnah bahkan ada yang sampai tega menghabiskan nyawa satu sama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua interaksi menurut gue pasti punya konsekwensi , gue sebisa mungkin "beradaptasi' . Masih menurut gue hidup dan hasil dari hidup adalah pilihan, bukan takdir.Memilih buat gue adalah satu hal yang tak terelakkan. Sejatinya gue pengen bisa beradaptasi tanpa harus menjadi bunglon, tanpa harus meninggalkan nilai - nilai hakiki sebagai seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawasan, keluasan, pemahaman ilmu gue masih cetek, kayak sebutir pasir ditengah lautan padang pasir . Gue adalah gue yang dengan keterbatasan pemahaman ingin terus mencoba berdamai dengan semua konsekwensi . Konsekwensi yang mana tak lain adalah output dari semua keputusan yang sudah gue ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkacalah gue lewat corak dari lukisan cermin hidup gue, akankah gue melukisnya dengan warna hitam, putih, abu - abu atau dengan keindahan dan keharmonisan formasi dari corak warna - warni ??????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata gue ngebatin, pengen dan seharusnya sih gitu itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-6995834455329543763?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/6995834455329543763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/6995834455329543763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/10/show-must-go-on-but.html' title='Gue Harus Ngaca !'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-5857021487321328345</id><published>2007-09-20T17:40:00.000-07:00</published><updated>2007-09-25T19:54:35.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini Bebas'/><title type='text'>Enaknya Jadi PN S ( Pegawai Negeri Sendiri )</title><content type='html'>Kepanjangan PNS adalah Pegawai Negeri Sendiri.&lt;br /&gt;Karena memang dibuat sistem yang sedemikian rupa sehingga semua yang berhubungan dengan akses kepegawaian dan kesejahteraannya memang dibuat untuk dinikmati oleh kalangan sendiri. Kalangan sendiri yang berputar antara anak, kerabat atau famili dekat dan jauh ( koneksi karena pertemanan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masalah nepotisme selagi tidak ada aturan yang mengharamkannya ya tentu syah - syah saja . Kita tentu sudah tidak asing dengan istilah rekomendasi, buat saya rekomendasi boleh - boleh saja selagi yang direkomendasikan itu memang kompeten dan profesional. Tak dipungkiri di negeri ini banyak yang menyalahgunakan kedudukan dan kedekatan untuk memberi dan mendapat rekomendasi . Ketebelece itu mungkin istilah yang tepat untuk rekomendasi dalam arti sempit ( dalam arti/intrepertasi para birokrat ) . &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nepotisme di negeri ini memang satu hal yang lumrah, yang ternyata tidak hanya dilakukan dijajaran eksekutif, badan yudikatif dan legislatif pun sama saja. Tak dapat ditutupi nepotisme di negeri tidak membawa banyak manfaat tapi banyak mudharat . Akses kesempatan kerja, mendapatkan modal, kesempatan berusaha dan perlindungan hukum hanya berputar - putar dilingkungan kekerabatan. Ketebelece hanya berlaku untuk pertemanan atau kongsi - kongsi mereka. Luas dan kayanya hasil bumi ini cuma jadi asset penghasil duit negara yang ujung - ujungnya cuma memenuhi isi perut dan kantong - kantong mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat Teori Mendel , kalau perkawinan dilakukan oleh mereka yang masih berkerabat dekat dan dilakukan secara terus menerus maka akan dihasilkan keturunan yang buruk, rentan penyakit dan kemungkinan cacat. Implementasi Hukum memang berbeda dengan teori Mendel tapi untuk aplikasi hukum di lapangan rasanya boleh lah sedikit menganalogikan dengan teori Mendel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ranah Pegawai Negeri Sendiri ( Kerajaannya sendiri ), hukum telah mati, ia cuma jadi retorika penguasa yang juga kebal hukum, si Anu sungkan menegur apalagi memberi sangsi ke si Ani karena si Ani anaknya sendiri, bapaknya sendiri, kerabat, temen atau sahabatnya sendiri. jadi berputar pada itu - itu saja. Ada pakewuh, sungkan atau hutang budi untuk menerapkan aturan/hukum sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari kepakewuhan, kesungkanan dan rasa hutang budi tadi adalah out put yang jelek berupa kemandulan hukum yang berlangsung terus menerus dan ndilalahnya ini menyangkut masalah kepengurusan negara yang sebegini besarnya, yang masalahnya tidak kecil atau cuma selevel teori hereditas milik Mendel. Ini masalah masa depan negeri dan bangsa ini. Sepertinya dinegeri inilah yang Pegawai Negerinya benar - benar merasa bahwa ini adalah negaranya sendiri, uang sendiri yang lain numpang. Jadi syah - syah saja buat mereka untuk memakan, menikmati, mengkorup dan menghabiskannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-5857021487321328345?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5857021487321328345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5857021487321328345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/enaknya-jadi-pns-pegawai-negeri-sendiri.html' title='Enaknya Jadi PN S ( Pegawai Negeri Sendiri )'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-5015439944204040179</id><published>2007-09-17T17:29:00.000-07:00</published><updated>2007-09-17T17:39:10.593-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Tentang Anak</title><content type='html'>Anakmu bukanlah anakmu&lt;br /&gt;Mereka adalah putra - putri kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka datang melalui engkau&lt;br /&gt;tetapi bukan dari engkau&lt;br /&gt;dan walau mereka bersamamu&lt;br /&gt;tapi mereka bukan milikmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau dapat memberi mereka cinta kasih&lt;br /&gt;tetapi tidak pikiranmu&lt;br /&gt;sebab mereka punya pikirannya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau dapat merumahkan tubuhnya,&lt;br /&gt;tetapi tidak jiwanya&lt;br /&gt;sebab jiwa mereka bermukim di rumah masa depan yang tiada dapat kau sambangi,&lt;br /&gt;bahkan tidak dalam impian - impianmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau boleh berusaha menjadi seumpama mereka&lt;br /&gt;tetapi jangan berusaha membuat mereka sepertimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : Kahlil Gibran, Sang Nabi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-5015439944204040179?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5015439944204040179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5015439944204040179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/tentang-anak.html' title='Tentang Anak'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-5179661122019720232</id><published>2007-09-17T02:02:00.000-07:00</published><updated>2007-12-09T20:05:08.599-08:00</updated><title type='text'>Gnothi Se Authon by ALFATHRI ADLIN</title><content type='html'>Gnothi Se Authon ( Kenalilah dirimu sendiri ) . Ucapan kata mutiara Apollo itu digunakan socrates untuk mengajari warga Athena agar mengenali siapa diri mereka sejati. Kehidupan yang tidak ditafakuri ialah kehidupan yang tidak layak dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia menurut Socrates mempunyai "diri yang nyata" yang harus ditemukan dan dikenali oleh dirinya sendiri. Kebahagiaan yang nyata terdapat dalam pengenalan akan diri yang nyata tersebut.Dengan mengenal siapa dirinya manusia akan mengetahui bagaimana sebaiknya berbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Socrates menghimbau kaum muda untuk brtafakur agar dapat mengenal diri sendiri. Walaupun pengetahuan dapat dipelajari melalui debat dan diskusi, Socrates tetap menekankan bahwa pengetahuan yang nyata mengenai esensi harus dicapai dengan pengenalan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kearifan kuno ihwal kaitan antara pengetahuan dan pengenalan diri tersebut kini sudah benar - benar terlupakan. Pengetahuan lebih sering dikembangkan bukan untuk mengenal diri manusia sendiri, melainkan untuk mengetahui , atau bahkan mengeksploitasi segala hal selain diri sendiri.&lt;br /&gt;Frederich Nietzche, seorang filsuf Jerman abad XIX, juga sudah mensinyalir hal tersebut dengan mengatakan : Kita tak kenal , kita ( yang katanya berpengetahuan ) tak kenal diri sendiri ....niscaya kita tetap asing bagi diri kita sendiri, kita tak paham diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tak ubahnya tanah liat tak berbentuk dan menantikan dibentuk menjadi apapun. Identitas kita dipandang hanya sebagai konstruksi sosial - budaya belaka yang menjadi cetakan bagi manusia yang terlempar kedalamnya. Pandangan seperti ini semakin mengarahkan manusia untuk bergerak, melihat, dan mempelajari segala sesuatu diluar dirinya dan melupakan khasanah dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tren buku - buku psikologi populer, manusia malah lebih sering diarahkan untuk terobsesi menjadi orang lain yang dipandang sebagai simbol paripurna. " bagaimana menjadi Michael Jordan misalnya. Padahal, orang yang selalu ingin menjadi seperti orang lain adalah pecundang.&lt;br /&gt;Socrates tentang pengenalan diri yang nyata atau diri sejati sudah mengisyaratkan tentang "cetakan" primodial manusia. Gunting yang dibuat untuk menggunting tentu akan melakukan kerja tersebut lebih baik daripada benda lainnya. Begitupun manusia dia diciptakan untuk sebuah tujuan , dan dapat melaksanakan tujuan tersebut dengan lebih baik dari padamahluk lain yang tidak diciptakan untuk tujuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran Socrates terlihat adanya "energi minimal", sebuah energi dimana seseorang terlihat oleh orang lain seperti tengah bekerja keras mengerjakan sesuatu. Padahal, bagi yang bersangkutan, kerja keras tersebut tak ubahnya seperti ikan yang bernapas di air. begitu mudahnya melarutkan diri dalam keasyikan dalam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, tak setiap energi minimal tersebut dimanfaatkan oleh manusia untuk memahami dirinya . seringkali yang terjadi adalah; terciptanya jurang yang lebar antara pengetahuan yang diperoleh melalui energi minimal tadi dan pengenalan diri melalui pengetahuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS 17 Nofember 2007 &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-5179661122019720232?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5179661122019720232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5179661122019720232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/uang-dan-idealisme.html' title='Gnothi Se Authon by ALFATHRI ADLIN'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-7777956915979531411</id><published>2007-09-14T02:02:00.000-07:00</published><updated>2007-11-29T21:31:33.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Di Rumahku Ada Surga</title><content type='html'>Taman punya kita berdua&lt;br /&gt;Tak lebar luas, kecil saja&lt;br /&gt;Satu tak kehilangan lain dalamnya&lt;br /&gt;bagi kau dan aku cukuplah&lt;br /&gt;Kecil, penuh surya taman kita&lt;br /&gt;Tempat merenggut dari dunia dan manusia&lt;br /&gt;By: Chairil Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ini adalah tentang rumah yang disebut taman. Taman hati . taman hidup. Tidak harus luas dan megah ruanganya. Tapi cintalah yang membuat serasa didalamnya. Cintalah yang membuat cukup lapang di dalam dada. Cintalah yang membuatnya nyaman dihuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyamanan, itulah rahasianya. Rahasia jiwa yang diciptakan oleh cinta. Dengannya kita mampu bertahan dalam memikul beban hidup, melintasi aral kehidupan, melampaui tak berhingganya gelombang peristiwa, sambil tetap merasa nyaman dan teduh. Eksresi cinta berupa kenyamananlah yang mampu menyerap semua emosi negatif yang masuk ke dalam serat - serat jiwa melalui bombardir himpitan peristiwa kehidupan. Segala luka emosi yang kita alami di sepanjang jalan kehidupan ini hanya mungkin dirawat disana, dalam rumah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah tembok bangunan yang kuat&lt;br /&gt;Tembok yang mengelilingi dan melindungiku&lt;br /&gt;Adalah Tembok yang dibangun dari kata - kata yang kau ucapkan padaku&lt;br /&gt;By : Mary Carolyn Davies :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa yang terlindungi akan cepat bertumbuh dan berbuah. Sederhana saja. Hakekat cinta sebenarnya hanya memberi. Memberi semua kebaikan yang tersimpan dalam jiwa, melalui tatapan mata, kata atau tindakan. Jika terus menerus kita memberi kita akan terus menerus menerima. Pemberian jiwa itu menghidupkan kekuatan kebajikan yang sering tertidur dalam jiwa manusia. Mari melihat pepohonan disekitar, mereka yang awalnya hanya menyerap/menerima asupan mineral, air dan sinar matahari dari lingkungannya kelak dikemudian hari pepohonan itu akan mengeluarkan semua kebajikan yang ada dalam dirinya; buahnya dan keindahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rumah yang penuh cinta itulah kita akan menemukan rasa aman, kenyamanan dan kekuatan untuk terus bertumbuh. Itu sebabnya rumah cinta seperti itulah yang menghadirkan surga dalam kehidupan kita. Rumah seperti itulah yang dengan ridhoNya akan utuh dan abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari Serial Cinta : Anis Matta LC,&lt;br /&gt;Partai Keadilan Sejahtera&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-7777956915979531411?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://www.bogspot.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.google.com' length='0'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/7777956915979531411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/7777956915979531411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/pemimpin-satu-kata-yang-saya-tidak-mau.html' title='Di Rumahku Ada Surga'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-3939580298715870158</id><published>2007-09-12T18:40:00.000-07:00</published><updated>2007-09-13T01:50:39.881-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg - Uneg'/><title type='text'>Godaan Hati</title><content type='html'>Ini hari pertama di bulan Rhamadan. Alhamdulillah Insya Allah gue puasa. begitu nyampe di meja kerja bukan kerjaan yang menganggu gue tapi seseorang yang pagi - pagi sudah ngegosip. Gue sebisa -bisanya aja dengerin , karena jujur aja gue juga sebel cuma  mo negor langsung rada - rada ga enak ( buat gue ngadepin emak - emak yg umurnya jauh diatas gue, gue lebih banyak ga bisa tegas, apalagi gosipnya lebih ke curahan hati yang sedikit dibumbui rasa kesal terhadap seseorang yang lagi diceritaiin ke gue )  Ya Allah engkau yang maha tau seberapa kekuatan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat gue sulit banget buat ngejaga hati , kuping dan lidah untuk tidak melakukan hal - hal yang memalukan gue di hadapanNya. apa ini konsekwensi hidup bersosialisasi ? ga juga khan?, emang sih kita kudu - kudu pandai mencari teman, syukur kalo dapat teman yang selalu ngajak ke kebaikan na kalo ga dapat dikarenakan emang saat ini kondisi yang kita harus dihadapi adalah kondisi yang jauh dari kondusif mo ga mau kita harus ngadepin kan ?.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-3939580298715870158?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/3939580298715870158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/3939580298715870158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/godaan-hati.html' title='Godaan Hati'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-8400367688762539290</id><published>2007-09-11T23:31:00.000-07:00</published><updated>2007-09-14T00:12:29.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg - Uneg'/><title type='text'>Lu yang Gue Benci</title><content type='html'>Elu yang gue benci.&lt;br /&gt;Lu dimata gue adalah cuma sosok goblok yang bernasib baik.&lt;br /&gt;Bernasib baik karena kelicikan elu yang pinter cari kesempatan dan aib orang. Prilaku yang doyan makan jatah , tanah dan ga jarang isteri atau pacar orang adalah cuma sebagaian kecil dari sepersekian kebobrokan moral lu yang mungkin itu hasil didikan atau emang turunan bapak emak lu ?&lt;br /&gt;Bagi gue level lu masih di bawah sampah busuk!. Sampah busuk masih ada gunanya, kalo elu cuma jadi parasit bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak lu jauh dari intelek apalagi moral lu, ga ada pantes 2 nya jadi penguasa.Gue tau banget kartu lu. Elu kan yang pake gelar palsu, S1 beli S2 di kampus yang ngampang lulusin mahasiswa kosong dan bego tapi banyak mulut. Bukan gue aja yang tau aib lo !. Ga pantes otak lu nyandang gelar akademik yang sepatutnya dijunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elu emang pantes masuk jajaran birokrat ter- akhir gue denger lo nyalonin jadi politisi . Pantes lah ! itu jalur yang pas buat lu. Asal lu yang goblok tu nyadar bahwa negeri ini emang lebih butuh orang - orang macam lu, yang lebih ngandelin koneksi tanpa prestasi, yang gak butuh pinter, kerja keras apalagi nurani buat dapet posisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal lu tau ya, lu gak perlu belagu, sok jadi pembesar yang cuma omong besar, petantang - petenteng dan sok sibuk ga karuan . Lu manusia yang ga berguna dan ga berjasa buat negeri jangan pernah berpikir gue dan orang di luar sana sama goblok dan rendahnya kayak lu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat gue dan orang - orang diluar istana lu . Elu hanyalah representasi sekelompok monyet, ular dan tikus elit, badutyang berjalan dengan perut kenyang diantara masyarakat umum yang kelaparan dan bergaya jetset ditengah jatuhnya nilai rupiah serta mampu tegak diantara orang - orang idealis pintar yang akhirnya memilih jalur perlawanan diam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ... nista ! deh lu . Lu, turunan lu juga kroni - kroni lu cuma masuk kotak hitam sejarah gelap mereka. Mereka bagian dari bangsa ini yang masih punya nurani dan harga diri bukan milik sekelompok/kroni yang sudah buta mata hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-8400367688762539290?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/8400367688762539290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/8400367688762539290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/lu-yang-gue-benci.html' title='Lu yang Gue Benci'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-3574764618936447182</id><published>2007-09-11T21:22:00.000-07:00</published><updated>2007-11-15T19:51:10.136-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Cuplikan Dealektika Hegel</title><content type='html'>Kita hidup di tengah 2 misteri. Salah satunya adalah misteri perubahan, yang lain adalah misteri identitas. Keduanya merupakan realitas tetapi realitas yang tidak terpisahkan. Sungai senantiasa berubah dan tak pernah sama. Air yang dikandungnya tak henti - hentinya mengalir dan berganti. Tebing 2 sungai dan volume air selalu berubah, bergantung musim. Semua ini adalah fakta yang bisa diamati dan tak bisa dibantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dalam pengertian lain kendati ada perubahan, sungai memiliki identitas yang bersifat tetap dan tak bisa memberi presepsi keliru. Amazon, Mississippi dan Gangga contohnya. Ketiga sungai ini telah ada ribuan tahun lamanya, ditempat yang sama dan memiliki aliran yang sama dan dengan jelas bisa dikenali meskipun selalu berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun manusia, anak kecil dan orang dewasa berbeda namun perhatikanlah ada ciri 2 individual pada seorang anak yang bersifat tetap dan bisa dikenali setelah ia dewasa. Manusia senantiasa berubah , selalu tumbuh dan menjadi tua. Kadang sulit mengenali teman lama, tetapi keistimewaannya tetap dan akan nampak bila diamati. Perubahan memang konstan, tapi identitas juga bersifat konstan. Kebenaran sepenuhnya hanya bisa dicapai dengan memasukkan keduanya ke dalam pertimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah inspirasi pokok yang dikutip dari dealektika Hegel, yang mencari titik temu antara hal 2 yang bertentangan dalam sintesa yang lebih tinggi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Pemahaman dari : The Trial Of Socrates , Pusaka Utama Grafiti 1991 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-3574764618936447182?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://www.blogspot.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.google.com' length='0'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/3574764618936447182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/3574764618936447182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/presepsi-dealektika-hegel.html' title='Cuplikan Dealektika Hegel'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-4005863266005934137</id><published>2007-09-11T21:10:00.000-07:00</published><updated>2007-09-19T00:18:39.594-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Bebas'/><title type='text'>DENDAM KU</title><content type='html'>Pak, Bu kalo dulu aku bisa atau diperbolehkan memilih, aku akan memilih untuk bersekolah di TK, SD, SMP dan SMA yang lain, dimanapun yang penting bukan di sekolah itu. Kalau perlu dan mampu aku lebih memilih di sekolah negeri , yang katanya dulu lebih banyak berantemnya, yang katanya dulu tidak disiplin dan bermutu pelajaran yang kalah dibanding dengan sekolah itu. Sekolah dimana yang dulu harus menjadi tempatku menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak, Bu, sebenarnya aku tak suka bersekolah disitu, apapun predikat baik yang disandang sekolah itu aku tak peduli, aku hanya ingin rasa senang dihati saat mana aku harus menuntut ilmu, bukan keterpaksaan dan rasa takut. Tahukah Bapak dan Ibu aku tak suka perlakuan galak apalagi meremehkan diriku hanya karena pernah salah menjawab soal. Tahukah Bapak, Ibu bahwa aku adalah aku, yang berbeda dengan mereka atau dengan kakakku yang memang sesuai dengan pola guru - guru itu, di sekolah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak suka mereka !, sekolah dan hampir sepertiga jumlah guru - gurunya, dipaksapun aku tetap tak suka. Maafkan aku Pak, Bu, jika aku mengecewakan kalian, aku tidak sepandai kakakku dan akupun tidak ingin jadi seperti kakakku itu, dan ampuni aku karena kesengajaanku memberi yang terjelek untuk bidang akademisku. maafkan akan kesenangannku untuk memberi yang terjelek yang sesungguhnya kupersembahkan buat guru - guru itu, sebagai balas dendamku. Jika mereka lebih pintar dariku harusnya mereka tau ada apa dibalik itu ????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-4005863266005934137?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/4005863266005934137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/4005863266005934137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/pak-bu-kalo-dulu-aku-bisa-atau.html' title='DENDAM KU'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-4157302500160920015</id><published>2007-09-11T17:25:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T02:18:23.909-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini Bebas'/><title type='text'>Kata Gue Yang Apatis</title><content type='html'>Mungkin negara ini akan adil makmur gemah ripah loh jinawi jika negara ini diurus oleh para orang pintar yang bijak dan punya niat yang lurus semata - mata mengabdi buat negara dan bangsa, dengan berpijak pada nilai - nilai keadilan yang substansi formulasinya paling tidak terdiri atas teologi keTuhanan, filsafat, dan kebenaran - kebenaran praktis yang universal . Namun sayangnya kepengurusan ini hanya dipegang oleh sekelompok elit yang itu - itu saja, yang sudah jelas dari dulunya cuma pintar dislogan, kaya retroika tapi miskin implementasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prek !, sejatinya banyak sudah kemuakkan yang harus terus ditahan, gue kadang mikir apa nasib bangsa ini harus seperti ini terus ?. Terus menerus disusahin oleh persoalan klasik ( pangan, papan, akses permodalan dan kesempatan untuk ber-eksis dengan cara - cara yang fair ) . Gue bukan orang yang gampang yakin dan percaya sama laporan - laporan ekonomi makro yang njelimet, yang cuma bisa kasih angka - angka gede tentang kenaikan / kemajuan ini itu di sektor makro. Gue cuma orang bego yang taunya cuma keadaan riel di lapangan yang ngadepin langsung hasil dari kebijakkan dan tipuan para setan intelek yang katanya pintar ngurus negara itu , persetan ama grafik - grafik makro yang ( kelihatannya naik ), keparat ! itu serapah yang paling sering gue lemparkan ke orang - orang gila itu.Orang gila, orang gila yang ingin terus menerus menguasai negara dan apa yang sudah dihasilkan oleh perut negara ini untuk dimasukkan ke perut mereka dan kroninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata gue yang apatis, orang - orang pinggiran macam gue akhirnya harus menghadapi dua pilihan hidup untuk terus hidup. Pilihan pertama adalah mau ga mau gue harus ikut arus, arus dari sistem yang sudah dengan sengaja diciptakan oleh sekumpulan setan, iblis berwujud manusia. Sistim tipu muslihat yang dibungkus slogan - slogan kerakyatan, keadilan dan kesetaraan hukum tapi prakteknya cuma bisa ngeduk duit dan ngabisin duit buat para pemainnya. Pilihan kedua gue tetep dengan pijakan idialisme gue walaupun gue harus perlahan mati ter-engah - engah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-4157302500160920015?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://www.google.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/4157302500160920015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/4157302500160920015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/kata-gue-yang-apatis.html' title='Kata Gue Yang Apatis'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-6697041694454023169</id><published>2007-09-05T22:59:00.001-07:00</published><updated>2007-09-06T00:37:47.499-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini Bebas'/><title type='text'>WARTAWAN GOSIP/INFOTAIMENT</title><content type='html'>Era ini adalah era wartawan gosip/wartawan infotaiment. Tersfasilitasi oleh wadah multimedia berita - berita yang disajikan oleh para pemburu/penggosip ini mendapat tempat yang layak bahkan tak jarang mendapat rating tertinggi. Pangsa pasar yang begitu besar mendapat sambutan dengan banyaknya suguhan gosip yang selalu tersedia dan seakan tak ada habisnya tersaji lewat media cetak maupun media audio visual. Akankah ini representasi bangsa kita ?, bangsa yang cuma haus berita murahan dibanding berita - berita yang lebih bermutu dan bermanfaat ? yang kemudian dimanfaatkan oleh beberapa pemilik modal besar khususnya yang bermain di industri hiburan . Kegigihan para insan pers khususnya pembawa bendera infotaiment untuk mendapat pengakuan bahwa profesi mereka adalah sejajar dengan wartawan/pencari berita fakta lainnya pastilah mendapat dukungan penuh dari para bos pemilik modal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi zaman yang berpihak pada kita - kita yang lebih gemar mengosip, atau " mereka - mereka " yang mengendalikan zaman dengan menciptakan/menstimulus " naluri"? bangsa ini dengan membombardir suguhan - suguhan gemerlap gosip seleb dan public figure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori apa yang tepat untuk mewakili fenomena ini ? . Siapa yang lebih punya andil menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang hanya pintar bergosip, bergunjing, menebar issu atau bahkan fitnah. Terlepas dari perlindungan hukum pers akan keberadaan mereka . Kita sudah menyedikan ruang luas dan bebasan untuk berita murahan yang berdaya jual tinggi tanpa mau peduli . Peduli bahwa kepintaran mengejar gosip, issue ditambah pendramatisiran " berita " demi keuntungan kantong pribadi hanyalah pekerjaan yang hanya membutuhkan " kepandaiaan " yang tidak tergolong educated dan jauh dari etika dan nilai jurnaslitik sesungguhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-6697041694454023169?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://www.google.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/6697041694454023169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/6697041694454023169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/wartawan-gosipinfotaiment.html' title='WARTAWAN GOSIP/INFOTAIMENT'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-2339296777803664739</id><published>2007-09-03T18:26:00.000-07:00</published><updated>2007-09-20T20:10:56.428-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini Bebas'/><title type='text'>Kematian yang gue ga tau kapan</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_6vnPWlZ9CDw/Rt0PId5nvUI/AAAAAAAAAAs/Ppo6olNiAPY/s1600-h/awan.bmp"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bulan Agustus ini dua kali gue melayat. Pertama gue ngelayat anak bos yang meninggal karena kecelakaan. Layatan kedua tetangga gue sendiri yang meninggal karena usia dan juga sakit yang tak kunjung sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diwaktu - waktu seperti itu gue kadang diliputi mood yang aneh.Mood yang jujurnya bikin gue sedih tanpa sebab ( karena jujur gue kadang melayat jenasah yang secara emosionil ga ada hubungan apa - apa, jadi gue sedih aja ama diri gue dan peristiwa kematian itu sendiri) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kematian membuat gue nyadar dan berpikir; kita, gue bakal begitu. Pikiran gue cuma gimana gue kelak ngadepinnya, kalo malaikat maut gue ga mungkin ga takut yang ada gue malu ama yang nyiptaain dia dan yang nyiptaiin gue. Sayangnya rasa malu itu ga ngejadiin gue berusaha keras untuk melakukan hal - hal yang kelak tidak mempermalukan gue dihadapan Dia. Gue masih aja jadi manusia sok pintar, belagu, sok tau dan sok - sok lainnya.Apalagi amalan gue weee masih jauuuh yang ada juga riya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian dia adalah kepastian&lt;br /&gt;Dia adalah keniscayaan. Meski waktu tahu, dia pasti membisu dan tak kan memberi tahu.Tapi buat gue, pastilah ada tapi entah kapan, Dia yang akan datang, tanpa batas tanpa sekat tak terkendali dia datang menghampiri. Gue pengen saat itu, gue udah punya sesuatu yang ga bikin gue malu. &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-2339296777803664739?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://www.google.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yohoo.com' length='0'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/2339296777803664739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/2339296777803664739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/kematian-yang-ga-tau-kapan.html' title='Kematian yang gue ga tau kapan'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-8980823910632106335</id><published>2007-09-03T02:10:00.000-07:00</published><updated>2007-09-03T02:14:39.949-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bebas'/><title type='text'>Di Obral !</title><content type='html'>&lt;a name="msg_663dc4cfc7b223f7"&gt;&lt;/a&gt;Obral, obral&lt;br /&gt;Dijual murah !&lt;br /&gt;Sebuah negeri indah yang kaya raya dengan sumber alamnya. Negeri yang benar - benar gemah ripah . Penduduk negeri itu selain terkenal dengan keramah-tamahan dan kemurahan senyumanya juga terkenal dengan peringkat korupsinya yang cukup mencengangkan serta tingkat kemiskinan yang dalam kenyataannya ga pernah turun peringkat.&lt;br /&gt;Di negeri ini para penguasa jajaran eksekutif, yudikatif and legislatifnya terlihat rajin beribadah namun ga punya etika moral, rasa malu apalagi rela berkorban demi rakyatnya.........( mimpi kali ye ). Hampir seluruh aparat negaranya brengsek, saling kongkalikong menyelamatkan duit negara ( selamat agar masuk kantong pribadi dan kroni), pelindung para koruptor , anggota dewan yang doyan duit dan mesum serta aparat hukum yang bisa dibeli duit semuanya lengkap ada disini.&lt;br /&gt;Bagi para Koruptor, Gembong Mafia, Raja Kasino, Psikopat Politik dan Germo Level Internasional yang berminat silahkan hub : Hp 00000000 atau semedi sambil menyebut : Raja Setan Alas Penguasa Kerak Neraka sebanyak 3 X&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-8980823910632106335?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/8980823910632106335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/8980823910632106335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/di-obral.html' title='Di Obral !'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-7981911486567887423</id><published>2007-09-02T17:22:00.000-07:00</published><updated>2007-09-02T17:34:45.895-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg - Uneg'/><title type='text'>Kelupaan Kunci</title><content type='html'>Pagi ini gue da nyampe kantor, cuman begitu mo buka lemari doc. gue kuncinya ketinggalan di dalam lemari ( na! lo ) gu coba pake klip , eh malah patah and ketinggalan di lobang kunci, gue bismilah aja nyoba ngorek 2. akhirnya patahan klip bisa keluar, sekarang gue berharap uda ada bagian umum yang masuk and moga 2 juga dia bisa bongkar ni lemari, kalo ga berabe de.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seperti pengalaman gue yang sudah 2, pas kepepet Allah selalu nolong gue, walaupun barusan gue udah coba telepon bagian umum belum ada satu manusia pun yang datang padahal uda jam 7.30 lebih , Insya Allah gue yakin tu lemari bakal kebuka sebelum bos gue datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-7981911486567887423?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/7981911486567887423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/7981911486567887423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/09/kelupaan-kunci.html' title='Kelupaan Kunci'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-7539185821391265091</id><published>2007-08-30T18:46:00.000-07:00</published><updated>2007-11-29T16:41:35.681-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Tan Malaka</title><content type='html'>Tan Malaka adalah pejuang yang militan, radikal dan revolusioner. Tokoh  ini banyak melahirkan pemikiran - pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris. Tokoh yang memiliki nama utuh Ibrahim Datuk Tan Malaka, namun lebih dikenal sebagai Tan Malaka, adalah seorang Minang yang merantau di usia muda. Menghabiskan sebagian usianya di mancanegara, khususnya Belanda dan Rusia, Asia Timur dan Asia Tenggara juga pernah disinggahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112170471228425490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 147px; CURSOR: hand; HEIGHT: 195px" height="254" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_6vnPWlZ9CDw/RvIT9UjPxRI/AAAAAAAAAA0/uHSpNrVbw1s/s320/392px-TanMalaka_DariPendjara_ed3%5B1%5D.jpg" width="176" border="0" /&gt; Tan Malaka adalah sosok kontroversial. Ia adalah tokoh kiri, tetapi tak bersedia patuh pada komunisme Moskwa ataupun Peking, bersikap radikal diluar negeri dan di negerinya sendiri. Di masa revolusi, Tan Malaka adalah sosok yang disegani. Soekarno menganggapnya sebagai guru revolusi. Hatta menyebutnya sebagai sosok yang tak mudah membungkukkan tulang punggungnya. Malah sebagian orang menyebutnya sebagai filosof Indonesia yang paling awal. Dalam usia muda ia pernah dielu - elukan dinegara tirai besi, dianggap sebagai tokoh komunis yang disegani di Asia Timur dan Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Malaka dikonstruksikan sebagai tokoh pergerakan nasional yang berpemikiran kiri, beliau dianggap menentang pemerintah sehingga dikejar, ditangkap dan dibunuh oleh tentara negerinya sendiri. Ia dianggap tokoh yang banyak ulah, menetang petinggi negara, suka ngotot dan sulit diajak kompromi dan sangat mungkin inilah penyebab kematiannya, ia tewas dibunuh ditangan tentara negerinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah beliau seorang penganut tulen arus besar komunisme Rusia dan Cina ?, ternyata tidak . Hal itu bisa dibuktikan dengan perbedaan pandangannya dari tokoh - tokoh komunisme Rusia seperti Alimin, Semaun dan Muso, yang menghendaki revolusi diterjemahkan sebagai pemberontakan masa rakyat .Tan Malaka memutuskan membelot dari arus komunis Rusia dan China, ia ingin menjadi diri sendiri. Iapun keluar dari PKI dan membentuk PARI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-7539185821391265091?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://www.goggle.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/7539185821391265091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/7539185821391265091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/08/tan-malaka.html' title='Tan Malaka'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_6vnPWlZ9CDw/RvIT9UjPxRI/AAAAAAAAAA0/uHSpNrVbw1s/s72-c/392px-TanMalaka_DariPendjara_ed3%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-4466958032224049362</id><published>2007-08-22T22:50:00.000-07:00</published><updated>2007-09-03T17:36:46.273-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini Bebas'/><title type='text'>Kesejatian</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Gue ga yakin di jaman sekarang ini masih ada yang namanya cinta sejati .Kenyataan dilapangan banyak orang yang sudah jelas punya tambatan hati tapi masih sering jatuh cinta kelain hati.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cinta buat gue bak rimba belantara yang hanya punya sedikit cahaya. Dimana dalam rimba raya itu tiap - tiap jiwa ada disana. Suatu saat dua jiwa bertaut penuh rindu dan cinta. Bagi mereka yang buta ilmu, hati dan mata namun rela masuk ke kedalaman rimbanya, suatu saat saat akan menyesalinya. Jika tidak saat ini mungkin nanti.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masih menurut gue dalam kesejatian cinta ada kesungguhan, pengorbanan dan keikhlasan yang diupayakan terus menerus dan tak berbatas.&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Kesejatian bukan mainan murah ecek - ecek , tapi puzzle yang menuntut kecerdasan spritual , emosional dan " intelektual " . Kenapa kata intelektual gue kasi tanda petik ? alasannya adalah keintelektualan disini bukan mutlak milik mereka yang makan bangku pendidikan formal saja, &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;tapi juga milik mereka yang mau belajar terus untuk dapat membaca, mencerna, memahami realita asmara yang terjadi dalam kehidupan, lalu terus menerus berusaha mencapai kesejatian cinta buat diri dan pasangan terkasihnya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Emang masih ada ! ?? ?, tauk ahh elap&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-4466958032224049362?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/4466958032224049362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/4466958032224049362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/08/kesejatian.html' title='Kesejatian'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-5625532679063624050</id><published>2007-08-21T22:15:00.000-07:00</published><updated>2007-12-13T20:26:42.282-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini Bebas'/><title type='text'>Kenapa Enggak ?</title><content type='html'>Mencoba mencintai seseorang yang tidak kita citai kenapa enggak,&lt;br /&gt;pernah denger gak ama pepatah Jawa yang ini nih “ witing tresno&lt;br /&gt;jalaran soko kulino “. yang kalo boleh diartiin cinta bisa tumbuh&lt;br /&gt;karena seringnya bertemu dan berinteraksi itens. Banyak lo pasangan&lt;br /&gt;( suami isteri ) yang tadinya berperasaan datar – datar aja tiba –&lt;br /&gt;tiba jadi suka, rindu lama – lama cinta beneran. Lihat and pasang&lt;br /&gt;kuping deh ama cerita orang yang seangkatan kakek – nenek atau malah&lt;br /&gt;ortu kita sendiri, banyak dari mereka yang menikah lantaran dijodohin&lt;br /&gt;aku sih gak mo ngeributin soal perjodohan ini apalagi ampe konfrontasi&lt;br /&gt;dengan penganut faham anti perkawinan tanpa jatuh cinta dulu, gak&lt;br /&gt;lah ! . Aku cuma pengen aja open minded diriku sendiri bahwa bisa aja&lt;br /&gt;kan dan kenapa enggak kalo aku juga suatu saat dapat suami hasil&lt;br /&gt;perjodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadiku sendiri sih ga penganut faham harus pacaran dulu before&lt;br /&gt;married, argumenku : lama atau sebentarnya pacaran tidak menjamin satu&lt;br /&gt;perkawinan bakal langgeng . pacaran Cuma buang waktu dan&lt;br /&gt;duit ! ?..plus kayaknya lebih banyak palsunya ( hi 3x ) . Pendapatku&lt;br /&gt;ini buat para akademisi mungkin berlebihan dan terlalu cepat mengambil&lt;br /&gt;kesimpulan tanpa dasar pembuktian. Emang sih ! this thesis is just&lt;br /&gt;coming from my opinion that have a basic of my religion, jadi enjoy&lt;br /&gt;aja : ) tuh dalam menjalani kejombloan ini ( kayak iklan rokok tuh ,&lt;br /&gt;ga perlu pusing apalagi ampe 7 keliling ) .&lt;br /&gt;Dijodoin…kenapa enggak selagi:&lt;br /&gt; Prosesnya baik and pake aturan yang sifatnya tidak maksa banget.&lt;br /&gt; Para pasangan yang akan dijodohkan haruslah diberi informasi yang&lt;br /&gt;benar tentang bagaimana kekurangan dan kelebihan masing – masing&lt;br /&gt;pasangan dari pihak yang mau ngejodoin.&lt;br /&gt; Nah jangan lupa akan satu hal yang ga kalah penting yaitu punya niat&lt;br /&gt;dan tujuan yang baik begitu dirimu merasa inilah saat yang tepat&lt;br /&gt;untukmu membangun mahligai rumah tangga&lt;br /&gt;( te’ ile gue kayak nenek – nenek aje nasehatin segala ) .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-5625532679063624050?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5625532679063624050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/5625532679063624050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/08/kenapa-enggak.html' title='Kenapa Enggak ?'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-4995237196410665901</id><published>2007-08-21T19:18:00.000-07:00</published><updated>2007-08-21T19:23:13.590-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bebas'/><title type='text'>Penipu Sukses</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah seorang penipu, maling dan penjarah  yang sukses. Hidup&lt;br /&gt;berkecukupan serta hidup terpandang.Sejak awal memang cita - citaku&lt;br /&gt;menjadi penipu yang sukses . Dibesarkan oleh keluarga yang juga&lt;br /&gt;terkenal sukses menipu maka tak salah jika aku ingin meneruskan&lt;br /&gt;dinasti penipu ini . Ibarat kacang yang tak ingin lupa kulit aku akan&lt;br /&gt;meneruskan apa yang telah diajarkan dan diteladankan oleh mami papiku.&lt;br /&gt;Ada satu nasehat mereka yang tak mungkin aku lupa lupakan, begini:&lt;br /&gt;anakku sang pangeran penerus generasiku jadilah penipu ulung yang&lt;br /&gt;kelak dielu - elukan serta diabadikan menjadi pahlawan ini dan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sungguh orang tua yang bijaksana. Dengan penuh sayang dan limpahan&lt;br /&gt;kemanjaan serta kemewahan dari hasil menipu, maling dan  menjarah&lt;br /&gt;dibesarkanlah diriku. Aku benar - benar bahagia dan bangga dengan&lt;br /&gt;mereka . Ya Harta , Benda, Kedudukan dan Gila Hormat yang menjadi&lt;br /&gt;Tuhanku masukkanlah keduanya dalam surgaMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi penipu yang sukses ternyata sangat mudah terutama di&lt;br /&gt;negeri tercinta Abrakadabra ini.  Ku pilih kulit bunglon sebagai&lt;br /&gt;stelan jas, kemeja, kaos, piyama berikut sepatu sampai celana dalamku&lt;br /&gt;dengan begitu mereka yang tidak segolongan denganku tidak akan tahu&lt;br /&gt;siapa aku sebenarnya. Dengan memanfaatkan kedudukannku kuperbesar&lt;br /&gt;bisnis raksasa yang tidak lain adalah peninggalan leluhurku.&lt;br /&gt;Berpenampilan santun, soleh, dermawan rumah ibadah dan anak yatim yang&lt;br /&gt;penuh kepura - puraan seakan takut akherat itu akal bulusku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kali aku terkena sedikiiiit perubahan zaman di negeri ini ( namun&lt;br /&gt;beruntunglah ternyata karena masih banyak kroni dan peninggalan&lt;br /&gt;kharisma tukang tipu  dari papi mami )   aku sempat terbelenggu oleh&lt;br /&gt;mereka - mereka yang jelas belum berhasil ku tipu. Tapi tak apalah&lt;br /&gt;hanya sekejap itupun aku masih bisa dengan asik dan bebasnya menikmati&lt;br /&gt;kesuksesaan cecunguk 2 dari imperium papi mami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... bahagianya aku bisa hidup bergelimpang harta dan wanita tanpa harus&lt;br /&gt;bersusah - payah cukup  hanya kepandaian menipu plus berwajah palsu.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Ikuti saja jejakku kalian&lt;br /&gt;tak akan keliru&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-4995237196410665901?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/4995237196410665901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/4995237196410665901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/08/penipu-sukses.html' title='Penipu Sukses'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-1847053628284889282</id><published>2007-08-21T00:50:00.000-07:00</published><updated>2007-10-24T20:59:57.674-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Antara Kopi dan Cangkir</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekelompok alumni sebuah universitas mengadakan reuni di rumah salah seorang profesor favorit mereka yang dianggap paling bijak dan layak didengarkan. Satu jam pertama, seperti umumnya diskusi di acara reuni, diisi dengan menceritakan (baca: membanggakan) prestasi di tempat kerja masing-masing. Adu prestasi, adu posisi dan adu gengsi, tentunya pada akhirnya bermuara pada berapa $ yang mereka punya dan kelola, mewarnai acara kangen-kangenan ini.&lt;br /&gt;Jam kedua mulai muncul guratan dahi yang menampilkan keadaan sebenarnya. Hampir semua yang hadir sedang stres karena sebenarnya pekerjaan, prestasi, kondisi ekonomi, keluarga dan situasi hati mereka tak secerah apa yang mereka miliki dan duduki. Bahwa dolar mengalir deras, adalah sebuah fakta yang terlihat dengan jelas dari mobil yang mereka kendarai serta merek baju dan jam tangan yg mereka pakai. Namun di lain pihak, mereka sebenarnya sedang dirundung masalah berat, yakni kehilangan makna hidup. Di satu sisi mereka sukses meraih kekayaan, di sisi lain mereka miskin dalam menikmati hidup dan kehidupan itu sendiri. They have money but not life.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sang profesor mendengarkan celotehan mereka sambil menyiapkan seteko kopi hangat dan seperangkat cangkir. Ada yang terbuat dari kristal yang mahal, ada yang dari keramik asli Cina oleh-oleh salah seorang dari mereka, dan ada pula gelas dari plastik murahan untuk perlengkapan perkemahan sederhana. "Serve yourself," kata profesor, memecah kegerahan suasana. Semua mengambil cangkir dan kopi tanpa menyadari bahwa sang profesor sedang melakukan kajian akademik pengamatan perilaku, seperti layaknya seorang profesor yang senantiasa memiliki arti dan makna dalam setiap tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Jika engkau perhatikan, kalian semua mengambil cangkir yang paling mahal dan indah. Yang tertinggal hanya yang tampaknya kurang bagus dan murahan. Mengambil yang terbaik dan menyisakan yang kurang baik adalah sangat normal dan wajar. Namun, tahukah kalian bahwa inilah yang menyebabkan kalian stres dan tidak dapat menikmati hidup?" sang profesor memulai wejangannya. "Now consider this: life is the coffee, and the jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided," kali ini kalimatnya mulai menekan hati. "So, don't let the cups drive you, enjoy the coffee instead," demikian ia berkata sambil mempersilakan mereka menikmati kopi bersama.&lt;br /&gt;Sewaktu membaca e-mail yang dikirim rekan saya Ucup, begitu panggilan akrabnya, saya ikut tertegun. Sesederhana itu rupanya. Profesor yang bijak selalu membuat yang sulit jadi mudah, sedangkan politikus selalu membuat yang mudah jadi sulit. Betapa banyak di antara kita yang salah menyiasati hidup ini dengan memutarbalikkan kopi dan cangkir. Tak jelas apa yang ingin kita nikmati, kopi yang enak atau cangkir yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada tiga tipe pekerja (baca: profesional dan pengusaha) yang sering kita lihat dalam menyiasati kopi dan cangkir kehidupan ini. Pertama, pekerja yang sibuk mengejar pekerjaan, jabatan yang akhirnya hanya bertumpu pada kepemilikan jumlah dan kualitas cangkir kehidupan. Paradigmanya sangat sederhana, semakin banyak cangkir yang dipunyai, semakin bercahaya. Semakin bagus cangkir yang dimiliki akan mengubah rasa kopi menjadi enak. Fokus hidup hanya untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas cangkir. Ini yang menyebabkan terus terjadinya persaingan untuk menambah kepemilikan. Sukses diukur dengan seberapa banyak dan bagus apa yang dimiliki. Kala yang lain bisa membeli mobil mewah, ia pun terpacu mendapatkannya. Alhasil, tingkat stres menjadi sangat tinggi dan tak ada waktu untuk membenahi kopi. Semua upaya hanya untuk bagian luar, sedangkan bagian dalam semakin ketinggalan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, pekerja yang menyadari bahwa kopinya ternyata pahit -- artinya hidup yang terasa hambar; penuh kepahitan, dengki dan dendam; serta tak ada damai dan kebahagiaan -- mencoba menutupnya dengan menyajikannya dalam cangkir yang lebih mahal lagi. Pikirannya juga sangat mudah, kopi yang tidak enak akan terkurangi rasa tidak enaknya dengan cangkir yang mahal. Rasa kurang dicintai rekan kerja, dikompensasi dengan mengadopsi anak asuh dan angkat. Tak merasa diperhatikan, dibungkus dengan memberikan perhatian pada korban gempa di Yogyakarta. Tak menghiraukan lingkungan, ditutup halus dengan program environmental development yang harus diresmikan pejabat Kementerian Lingkungan Hidup. Tak memperhatikan orang lain dengan tulus, dibalut dengan program community development yang wah. Kalau tidak hati-hati, akan muncul pengusaha kaum Farisi yang munafik bagai kubur bersih, tapi di dalamnya sebenarnya tulang tengkorak yang jelek dan bau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga, ada pula pekerja yang berkonsentrasi membenahi kopinya agar lebih enak, semakin enak dan menjadi sangat enak. Tipe ini tak terlalu pusing dengan penampilan cangkir. Pakaian yang mahal dan eksklusif tak mampu membuat borok jadi sembuh. Makanan yang mahal tak selalu membuat tubuh jadi sehat, malahan yang terjadi acap sebaliknya. Fokus pada kehidupan dan hidup menyebabkan ia dapat santai menghadapi hari-hari yang keras. Ia tak mau berkompromi dengan pekerjaan yang merusak martabat, sikap dan kebiasaan. Menyuap yang terus-menerus dilakukan hanya akan membuat dirinya tak mudah bersalah kala disuap. Fokus pada kopi yang enak, membuat ia tak mudah menyerah pada tuntutan pekerjaan, tekanan target penjualan yang mengontaminasi karakternya. Baginya, ini adalah kebodohan yang tak pernah dapat dipulihkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Profesor hidup lain lagi pernah berpetuah, "Take no thought for your life, what you shall eat or drink, nor your body what you shall put on. Is not the life more than meat and the body than raiment?" Kalau kita tidak sadar, kita bakal terjerembab: mengkhawatirkan cangkir padahal seharusnya kita fokus pada kopi. Enjoy your coffee, my friend!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tulisan ini diambil dari Sidang Pembaca SWA/Oleh Bp. Paulus &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-1847053628284889282?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warungsari.blogspot.com/feeds/1847053628284889282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6544762464486834728&amp;postID=1847053628284889282&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/1847053628284889282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/1847053628284889282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/08/antara-kopi-dan-cangkirsenin-14-agustus.html' title='Antara Kopi dan Cangkir'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6544762464486834728.post-8489445343560816213</id><published>2007-08-20T01:52:00.000-07:00</published><updated>2007-09-11T21:29:40.213-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg - Uneg'/><title type='text'>UKM ( USAHA KECIL MERANA )</title><content type='html'>Jakarta 27/8/07&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak ada konversi minyak tanah ke gas gue sebagai pedagang kecil ( UKM ) Usaha Kecil tambah merana, jadi keder, margin keuntungan gue jadi mempet banget, ditambah harga minyak goreng , gula, telur, susu ( kebetulan burjo yg gue jual gue kasih susu bukan santen seperti yg abang - abang biasa lewat ) yang ga tau kapan turunnya , gue pikir pedagang kecil/usaha kecil kaya gue gini bener - bener harus bisa "akrobat" . &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gue kebetulan jualan buryam, burjo ama kupat tahu Bandung di kantin salah satu Departemen Sewa kantin emang lumayan murah ,Rp 15000/hari ama uang iuran sampah Rp 5000 perak/minggu. Karena gue ga bisa nunggu warung/kantin jadi gue ngegaji 2 org asisten ( pake istilah yg kerenan dikit ) yang satu gue bayar Rp. 15000/hari yang satunya lagi Rp 20000 ( ini karena dia bantuin gue masak &amp;amp; nyiap - nyiapin dagangan sedari rumah ) . &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bisnis gue saat ini emang ga masuk bisnis gede. Jualan da hampir masuk bulan ke enam, tapi modal jualan belum balik, keuntungan bersih ( setelah dipotong bajai ama ngegaji ) nol, sering nombok, kalo dari teori yg pernah gue baca comentnya sih kalo dalam bisnis keuangan pribadi jangan dicampur aduk, duh ! begitu praktek susye, emang kalo uang yang tinggal/ada cuma setengah bahkan sepertempat dari modal belanja awal kita mau diem aja trus usaha ga jalan, gak la yau, the show must go on, my bisnis have to be doing. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk urusan yang satu ini Insya Allah sekuat tenaga gue akan bertahan, nah ! dalam hal ini gue harus yakin selagi gue tetep kerja keras dan berusaha untuk tetep berusaha nyajiin makanan yang enak juga terjangkau suatu saat akan ada efek balik yang bagus ( ini da banyak gue baca dari literatur manajemen bisnis lo ).&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemaren kebetulan gue sempet down load ( sayang gue lupa, entah itu situs media apa ), disitu gue baca kalo program konversi bisa dibilang gagal, dgn penjelasan dan argumen akademik yang bla 2. Sebagai rakyat kecil gue cuma bisa ngasih pandangan gue yang ecek - ecek and maybe dangkal buat para teorisi yang bergelar akademik serentet. Pemerintah terlalu pake itungan exact tanpa mau ngelibatin analisa sosial dan dgn PDnya yakin banget dalam waktu singkat bangsa ini dgn serta merta dan dlm tempo singkat bakal jadi pemake gas. o ala liat ajalah di lapangan, mayoritas bangsa dan penduduk ini masuk level mana sih !, apa iya pemukiman yang mepet, crowded itu masuk dalam kategori ruang yang layak untuk sirkulasi buat sebuah kompor gas ?. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu hal lagi ( mungkin ini lebih karena gue belum nyoba ngitung keuntungan kalo gue pake gas ) yang gue tau ( kebetulan gue pernah pake gas tapi pas jamannya masih Rp. 14000 an utk tabung yang ukuran 15 apa 14 Kg, gue da rada 2 lupa, ) ga semua jenis makanan saji bisa lebih untung kalo pake gas, rendang, buryam gue pikir mungkin bisa jadi biaya produksi lebih gede dibanding gue pake minyak tanah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejatinya gue sih bukan anti program pemerintah tapi mbok ya, kita 2 ni para rakyat kere dan juga para pelaku bisnis ecek - ecek yang mungkin buat pemerintah ga ada untungnya kalo dipikirin mbok ya sedikit ditengok lah , jangan cuma dikasi janji.2 manis yang biasanya jadi jargon politik menjelang kampanye &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6544762464486834728-8489445343560816213?l=warungsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warungsari.blogspot.com/feeds/8489445343560816213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6544762464486834728&amp;postID=8489445343560816213&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/8489445343560816213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6544762464486834728/posts/default/8489445343560816213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warungsari.blogspot.com/2007/08/ukm-usaha-kecil-merana.html' title='UKM ( USAHA KECIL MERANA )'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01003994256590290374</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
